Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Cerita Yongki, anak SD 5 hari bersepeda Lampung-Palembang demi paman

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Cerita Yongki, anak SD 5 hari bersepeda Lampung-Palembang demi paman

    Post  flade on Fri May 08, 2015 6:39 am


    Perjuangan Yongki Angga Saputra patut diacungin jempol. Bocah 12 tahun ini dengan berani pergi dari Lampung ke Palembang dengan mengendarai sepeda gunung. Hal itu dia lakukan untuk menemui pamannya yang katanya tinggal di Palembang.

    Selama lima hari menempuh perjalanan dengan bersepeda, Angga sapaan akrabnya pun bukan tidak merasa takut. Sepanjang perjalanan dia melewati hutan dan perkebunan, namun karena kuatnya tekad berjumpa dengan sang paman, bocah kelas V SD ini terus memecut keberaniannya.

    Haus dan lapar tak dia hiraukan demi cepat sampai ke tempat tujuan. Akan tetapi, sesampainya di Palembang dia merasa bingung karena tidak memiliki alamat pamannya tersebut.

    Bagaimana akhirnya nasib Angga? Berikut cerita Angga bersepeda 5 hari Lampung-Palembang demi temui paman:

    1. Cari paman, bocah SD 5 hari bersepeda dari Lampung ke Palembang

    Meski usianya baru 12 tahun, namun aksi Yongki Angga Saputra, terbilang sangat nekat. Betapa tidak, demi menemui pamannya bernama Kardi, dia mengendarai sepeda gunung miliknya dari kampungnya, Desa Sendang Mulyo, Lampung Tengah, Lampung, menuju Palembang.

    Setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan, bocah yang masih duduk di bangku kelas V SD ini tiba di kota Pempek itu, Sabtu (2/5). Angga, panggilan akrabnya, berangkat seorang diri dari kampungnya sejak Selasa (28/4) pagi lalu.

    Ketika telah sampai di Palembang dua hari, Angga bukannya bertemu keluarganya. Dia malah tersesat dan bingung karena dia tak mengantongi alamat yang ditujunya hingga akhirnya dia ditemukan oleh juru parkir bernama Amat, warga Kelurahan 18, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, di seputaran air mancur Palembang.

    Setelah bermalam selama dua hari di rumah Amat, Angga akhirnya melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (6/5).Saat melapor, Angga mengaku datang ke Palembang ingin menemui pamannya.

    Sepengetahuan Angga, pamannya itu merupakan seorang pengusaha tahu yang tinggal di daerah perkebunan karet di Palembang.

    "Dari Lampung ke Palembang pakai sepeda, lima hari berjalan. Berangkatnya Selasa pagi," ungkap Angga.

    2.Angga cari paman ke Palembang karena hidup seorang diri

    Angga pergi dari Lampung ke Palembang dengan bersepeda bukan tanpa alasan. Dia ingin menemui pamannya karena hidup seorang diri di kampungnya. Ibunya bernama Toryati bekerja sebagai TKW di Malaysia, sementara ayahnya, Rasimin bekerja sebagai sopir travel Lampung- Jakarta.

    "Mau cari paman saya. Tapi, saya tidak tahu alamatnya di mana, katanya di Palembang," kata dia.

    Beruntung dalam perjalanannya itu dia bertemu dengan juru parkir bernama Amat yang baik hati. Selama dua hari bocah 12 tahun itu ditampung oleh Amat.

    "Untungnya ada orang yang menampung saya," ujar Angga.

    Kepala SPKT Polresta Palembang Ipda Heriansyah mengatakan, bocah tersebut akan diarahkan ke Dinas Sosial Kota Palembang untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

    "Sudah kita arahkan, nanti tinggal pak Amat dan Dinas Sosial yang menindaklanjuti," tukasnya.

    3.5 Hari bersepeda Lampung ke Palembang, bocah SD tak makan & minum

    Kisah perjalanan Yongki Angga Saputra (12) yang mencari pamannya, sungguh memilukan. Tak hanya nekat melakukan perjalanan mengendarai sepeda, selama perjalanan dari Lampung menuju Palembang dia juga tak pernah makan dan minum.

    Dalam kondisi tubuh lemas dan lusuh, Angga, panggilan akrabnya, ditemukan seorang juru parkir bernama Amat (31) di seputaran bundaran air mancur Palembang, Sabtu (2/5) malam. Saat itu, Angga mengenakan kemeja berlengan pendek kotak-kotak dan celana dasar warna hitam.

    Angga putra pertama pasangan Rasimin dan Toryati ini mengaku tidak pernah makan dan minum sejak pergi bersepeda dari kampungnya di Desa Sendang Mulyo, Lampung Tengah, Lampung, Selasa (28/4) lalu. Bukannya tidak merasa lapar dan haus, Angga melakukan itu karena ingin cepat tiba di Palembang untuk menemui pamannya, Kardi.

    "Tidak pernah makan minum, cuma istirahat sebentar, lalu bersepeda lagi," ungkap Angga saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (6/5).

    4.Angga ngaku takut ketika di perjalanan lewatin hutan

    Selama perjalanan, bocah kelas V SD itu mengaku merasa takut. Apalagi, dia harus melewati hutan dan perkebunan karet serta\' berlintasan dengan kendaraan-kendaraan besar. Namun, usahanya itu tetap ia jalani demi tekadnya yang bulat untuk menemui sang paman.

    "Lima hari saya bersepeda, tiba di Palembang Sabtu malam," ujarnya.

    Saat istirahat di seputaran bundaran air mancur Palembang, Angga didekati seorang juru parkir bernama Amat (31) yang meminta tolong dibelikan rokok. Karena tidak paham dengan bahasa yang digunakan juru parkir itu, membuat Angga termangu. Merasa curiga, Amat bertanya dari mana asal bocah itu.

    "Saya curiga kok anak ini tak mengerti bahasa Palembang. Ternyata asalnya Lampung," ujar Amat mendampingi Angga melapor.

    Begitu mendengar cerita Angga, Amat merasa kasihan. Lalu dia mengajaknya tinggal di rumahnya di Kelurahan 18, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Di sana, Angga diberi makan dan pakaian sembari menunggu melapor ke polisi.

    "Alhamdulillah dia (Angga) tidak sakit walau badannya lemas tak makan dan minum lima hari," kata dia.

    Amat berjanji akan mengantar Angga pulang ke Lampung dengan cara apa pun. Dirinya tidak bisa membantu mencari paman Angga karena alamatnya tak jelas.

    "Saya disuruh tetangga saya lapor ke polisi dan Dinas Sosial, biar bisa dibantu ongkosnya," tukasnya.

    ~merdeka.com


      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 10:38 am