Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    PANTAI WEDI IRENG DAN TEKA-TEKI PASIRNYA

    Share

    sari_bunga

    14
    16.07.12

    PANTAI WEDI IRENG DAN TEKA-TEKI PASIRNYA

    Post  sari_bunga on Sat May 09, 2015 11:33 am


    Dibandingkan pantai Pulau Merah, pantai yang satu ini jelas kalah populer, meskipun masih berada dalam satu jalur. Masalahnya lokasinya sulit terjangkau. Padahal keindahannya tidak kalah, oleh Teluk Hijau sekali pun. Bahkan ada kemiripan antara pantai Wedi Ireng dengan pantai Teluk Hijau. Bentuknya seperti huruf "W". Namun pantai Wedi Ireng memiliki garis pantai yang lebih panjang. Ada dua sisi pantai di Wedi Ireng, tapi dipisahkan oleh bebatuan di tengah pantai.

    Pantai Wedi Ireng letaknya di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan pantai ini belum banyak dirambah wisatawan. Meski tanpa tiket masuk, namun pengunjung wajib menjaga keasrian tempat ini dan membawa pulang sampah yang dihasilkan.

    Jika pantai selatan umumnya terkenal dengan ombaknya yang tinggi, namun berbeda dengan Wedi Ireng, keindahan teluk berpasir putih diapit bukit-bukit hijau serta\' ombaknya yang landai akan menyambut kedatangan wisatawan. Anda pasti akan betah berlama-lama menikmati indahnya pantai wedi ireng ini. Teluk yang sunyi, pasir yang bersih, pepohonan besar nan rindang, hembusan angin pantai yang sepoi-sepoi dan birunya lautan adalah perpaduan sempurna yang memberi kedamaian dihati.


    Sisi kiri Wedi Ireng


    Sisi kanan Wedi Ireng


    Keseluruhan view pantai Wedhi Ireng.

    Pantai Wedi Ireng relatif masih belum banyak terjamah oleh wisatawan, jadi kondisi alamnya masih bener-bener masih alami. Keunikan pantai ini terletak pada beberapa elemen yang membentuknya, yaitu pasir halus putih, pasir coklat yang agak kasar dan hamparan batu karang yang menambah eksotisnya pantai Wedhi Ireng.


    Hamparan batu karang di pantai Wedi Ireng.








    Lalu dimana keterkaitan nama Wedi Ireng, yang berarti pasir yang berwarna hitam dengan kenyataan pasir pantainya yang terlihat berwarna putih kecoklatan?

    Nama Wedi Ireng ternyata merefleksikan salah satu keunikan elemen yang terdapat pada pantai ini. Cobalah Anda keruk pasir pantainya, disana Anda akan menemukannya sekaligus menjawab rasa penasaran tentang keterkaitan nama Wedi Ireng untuk pantai yang indah ini. Dibalik pasir putih pantainya yang terlihat ternyata menyimpan butiran pasir hitam didalamnya. Inilah sebabnya pantai ini disebut dengan sebutan Pantai Wedi Ireng.

    RUTE MENUJU PANTAI WEDI IRENG

    Tidak sulit menemukan pantai Wedi Ireng, tapi dibutuhkan perjuangan untuk mencapainya.
    Dari pusat kota Banyuwangi, jaraknya sekitar 65 km yang bisa ditempuh selama tiga hingga empat jam perjalanan. Dari Banyuwangi menuju ke Kecamatan Jajag dan ikuti petunjuk jalan menuju Pulau Merah. Wilayah Pedotan merupakan pusat keramaian terakhir dari jalan yang dilewati. Di sini dapat dibeli perbekalan dan keperluan pribadi karena selanjutnya tak ada pertokoan.

    Sebelum Pulau Merah, ikuti petunjuk jalan menuju Pantai Pancer, yang jaraknya sekitar 3 km dari Pulau Merah. Dari Pancer ada dua jalan menuju Wedi Ireng yang berjarak sekitar 2 km di sebelah barat. Pertama dari tempat pelelangan ikan Pancer lurus mengikuti jalan sekitar dua km. Anda jangan segan bertanya ke warga sekitar dan menitipkan kendaraan Anda di sana.

    Pilihan jalan kedua, parkir kendaraan di sekitar TPI dan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju muara sungai. Pilihan ini hanya direkomendasikan untuk penyuka petualangan karena harus menyebrangi muara, naik turun bukit serta\' melewati hutan. Di pagi hari, mudah saja melewati muara, karena air hanya setinggi betis. Namun di siang hari, laut pasang sehingga harus menyeberang dengan kapal nelayan, ongkosnya hanya Rp 5 ribu.

    Setelah menyeberangi muara, ada dua jalan setapak. Pilih yang kanan atau jalan di sebelah barat dan dari sini Anda akan melewati bukit penuh pohon pisang sebelum masuk hutan. Sekitar 30 menit berjalan di bawah rerimbunan daun dan ditemani kicauan burung-burung liar, kondisi jalan cukup curam dengan kemiringan sekitar 80 derajat, sehingga harus ekstra berhati-hati. Selain itu sewaktu melewati semak belukar banyak ranting-ranting pohon yang berduri, karena itu jangan lupa untuk membawa sebatang kayu sebagai perlindungan diri dari duri-duri yang tajam.

    Lelah perjalanan akan terbayarkan oleh pemandangan yang indah pantai Wedi Ireng di depan mata.


    Ojek perahu yang siap mengantarkan Anda menuju Pantai Wedi Ireng.

    Bagi pengunjung yang tidak memiliki cukup waktu, perjalanan menuju pantai Wedi Ireng ini bisa juga dilakukan menggunakan perahu milik para nelayan di Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran. Banyak perahu-perahu nelayan - mereka menyebutnya ojek perahu - yang siap mengantarkan Anda menuju 'surga' baru Wedi Ireng yang berlatar belakang pulau-pulau kecil.

    Dengan ongkos Rp 40 ribu, Anda bisa diantar jemput menggunakan perahu kecil. Namun bila hanya untuk mengantar atau menjemput di Pantai Wedi Ireng, nelayan hanya mematok harga Rp 25 ribu dengan perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit.

    Selain itu, ojek perahu ini juga menawarkan beberapa trip laut di wilayah tersebut. Pengunjung diajak mengelilingi beberapa pulau, seperti Pulau Bedil, Pulau Mustika, Pasir Pendek, Batu Mukijo dan transit ke Pantai Wedi Ireng. Ongkosnya Rp 550 ribu untuk maksimal 6 orang.


    AIR TERJUN PLOSOAN


    Setelah Anda puas bermain dan menikmati keindahan Pantai Wedi Ireng di Banyuwangi, sempatkan untuk menengok air terjun Plosoan. Di sana ada air terjun yang meluncur turun di atas batu raksasa berwarna kehijauan. Jaraknya sekitar 1 km dari bibir pantai. Selain itu, pemandangan hutan di sepanjang jalan menuju air terjun ini, cukup rindang dan menyejukkan.


    Penduduk setempat menyebutnya Air Terjun Plosoan. Karena batu yang dialiri air ini bentuknya seperti tikar atau keloso dalam Bahasa Jawa). Tingginya sekitar 10 meter dengan air mengalir di atasnya.

    Yang menarik dari air terjun Plosoan ini adalah warna batu yang dialiri air berwarna hijau. Warna hijau ini bukan karena lumut tapi berasal dari batu yang alami. Warna batunya memang hijau asli sebab kalau lumut tentunya licin.

    Apalagi saat kita sudah puas menikmati panasnya Pantai Wedi Ireng, menikmati air terjun ini serasa di surga, karena airnya sangat jernih dan segar.

    Namun, butuh perjuangan untuk sampai ke sana. Jalan yang dilalui memang tidak terlalu mendaki. Namun medannya cukup sulit dengan semak belukarnya yang menghalangi perjalanan. Selain itu, menyebrangi anak sungai dan kayu-kayu tumbang juga menjadi tantangan saat menuju air terjun tersebut

    Keberadaan air terjun ini masih sedikit yang mengetahui. Adalah Wagiman, seorang penduduk setempat bersama anaknya yang membuka akses jalan menuju Air Terjun Plosoan. Semoga ke depan ada perhatian dari pemerintah untuk turun tangan membangun fasilitas penunjang bagi wisatawan yang berkunjung ke Wedi Ireng maupun Air Terjun Plosoan.

    TIPS MENUJU WEDI IRENG

    - Jangan lupa membawa bekal air minum sebanyak mungkin, karena Anda pasti sangat kehausan sesampainya di pantai Wedi Ireng. Namun sekarang sudah ada beberapa warung yang menyediakan minuman dingin dan kelapa muda bagi pengunjung yang kehausan.
    - Tidak ada salahnya sewaktu masih di TPI Pancer membeli ikan sebagai bahan pengisi perut setelah melewati perjalanan yang sangat menyita energi. Tentu sangat mengasyikkan membakar ikan di tepi pantai sambil menikmati panorama indah sekeliling pantai.
    - Siapkan kayu atau bambu untuk menyibak rimbunnya semak belukar yang dilewati di tengah hutan, sekaligus untuk melindungi badan dari duri-duri belukar yang tajam.
    - Jangan meninggalkan sampah di pantai. Ingat, wisata ya wisata, ambil indahnya, jangan tinggalkan kotoran setelahnya.


    ~banyuwangiapik.blogspot.com


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 8:52 pm