Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Soulmate atau belahan jiwa itu benar-benar ada

    Share

    febiola

    3
    14.10.12

    Soulmate atau belahan jiwa itu benar-benar ada

    Post  febiola on Thu May 28, 2015 8:36 am


    Topik yang satu ini telah menjadi bahan perdebatan sejak lama. Benarkah soulmate alias belahan jiwa itu nyata? Akankah setiap orang memiliki jodoh yang tersurat sejak lahir dan suatu saat akan dipertemukan seperti dalam film-film romantis?

    Ternyata belahan jiwa memang benar-benar ada, bukan sekadar omong kosong romantis. Namun tidak seperti yang kita pikirkan selama ini. Jadi sebenarnya apakah belahan jiwa itu?

    Probabilitas menemukan soulmate

    Sebelum melompat ke definisi soulmate alias belahan jiwa, mari kita pelajari terlebih dahulu kemungkinan kita menemukan belahan jiwa (sesuai konsep soulmate dalam film dan novel romantis) secara ilmiah.

    Ahli robot NASA dan komikus Randall Munroe mencoba menguraikan probabilitas matematisnya dalam buku What If?: Serious Scientific Answers to Absurd Hypothetical Questions.

    Dengan membandingkan berbagai faktor, kesempatan setiap orang untuk menemukan belahan jiwa masing-masing dalam hidup adalah 1:10.000. Dan itu berarti kemungkinannya mendekati nol.

    Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan kalau orang-orang yang percaya terhadap konsep ideal dan romantik belahan jiwa memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menjalani hubungan yang tidak bahagia dibandingkan dengan pasangan yang yang menganggap hubungan sebagai 'perjalanan' di mana pasangan bertumbuh bersama seiring berjalannya waktu.

    Penelitian ini dilakukan oleh Spike W.S. Lee dari University of Toronto's Rotman School of Management. Menurut Lee seperti dikutip Reader's Digest, gagasan soulmate justru menjadikan hubungan rawan.

    Pasangan yang percaya kalau mereka adalah belahan jiwa untuk satu sama lain cenderung tidak puas dengan hubungan mereka saat dihadapkan dengan konflik. Padahal konflik merupakan hal yang tak terhindarkan dalam suatu hubungan dan penting untuk proses pendewasaan bagi pasangan.

    Soulmate ada karena diciptakan, bukan ditemukan

    Tetapi bukan berarti soulmate cuma sekadar mitos. Menurut psikolog seperti Shauna Springer, Ph.D., yang namanya belahan jiwa itu memang ada. Namun belahan jiwa tidak jatuh begitu saja dari langit. Kita sendiri yang harus 'menciptakan' mereka.

    "Saya telah melihat banyak bukti bahwa kita bisa saling menjadi belahan jiwa untuk pasangan sebagai hasil dari hubungan yang mendalam dan berlangsung lama," tuturnya seperti dikutip Psychology Today.

    Menurut Springer, orang akan menemukan sosok belahan jiwa dalam diri pasangan mereka setelah menjalani hubungan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Pasangan yang sukses mengatasi tantangan dalam hubungan serta\' bisa menjaga cinta dan rasa hormat terhadap pasangan hingga bertahun-tahun akan menganggap perpisahan dan gagasan menggantikan pasangan dengan orang lain sebagai hal yang tak masuk akal untuk dilakukan.

    "Dua individu yang tumbuh menjadi sosok 'sempurna' dan tak tergantikan untuk satu sama lain akan menjadi belahan jiwa."


      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 3:45 pm