Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Frustasi Tak Kunjung Mendapatkan Pasangan, Wanita Ini Menikahi Dirinya Sendiri

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Frustasi Tak Kunjung Mendapatkan Pasangan, Wanita Ini Menikahi Dirinya Sendiri

    Post  lea on Fri Jul 03, 2015 12:34 pm


    Tekanan dari orang-orang yang menginginkan wanita ini menikah membuatnya frustasi, sampai-sampai ia menikahi dirinya sendiri..

    Chen Wei-Yih, nama perempuan kantoran itu, melangsungkan pernikahan dengan satu upacara yang agak rumit. Tentu, karena dia memutuskan menikahi dirinya sendiri, tak ada mempelai pria dalam upacara pernikahan itu.

    Wei-Yih terlihat menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Dia juga berfoto dengan gaunnya itu. Satu wedding organizer (WO) disewa untuk mengurus pesta. Tak banyak temannya yang diundang. Hanya 30 orang saja diminta datang pada jamuan makan malam resepsi perkawinan itu.

    Wei-Yih, tampaknya frustasi karena ia tak kunjung bertemu lelaki idaman hatinya. Usianya sudah kepala tiga, dan dia menghadapi tekanan sosial untuk segera menikah. Aksi narsistik mengawini diri sendiri itu akan digelarnya bulan depan, seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu 23 Oktober 2010.

    "Umur 30 tahun adalah usia penting untuk saya. Karir saya baik, tetapi saya tidak juga menemukan pasangan. Jadi apa yang bisa saya lakukan?," kata Wei-Yih dengan santainya.

    Wei-Yih menampik apa yang dilakukannya sebagai sikap wanita mapan yang anti pernikahan. "Saya hanya ingin mengekspresikan ide berbeda, tapi dalam batas-batas tradisi," ucapnya lagi.

    Dia tampaknya tak main-main dengan pernyataannya itu. Setelah menikah dan akan menggelar resepsi, dia akan melanjutkan dengan perjalanan bulan madunya ke Australia. Tentu saja seorang diri. "Saya berharap semakin banyak orang yang akan mencintai dirinya sendiri," ujarnya.

    Tentu saja pernikahan yang dilakukan Wei-Yih tak akan terdaftar, dan tak dianggap sah. Tetapi toh, Wei-Yih berjanji jika kelak menemukan sang pria idaman, dia akan melangsungkan pernikahan lagi.

    Apa yang dilakukan Wei-Yih itu menimbulkan kekhawatiran pemerintah Taiwan. Selama ini Taiwan cemas melihat menurunnya tingkat kelahiran di negara tersebut, dan dampaknya terhadap produktivitas.

    Menurut laporan media setempat, hanya dua perlima perempuan Taiwan yang disurvey punya bayangan untuk menikah, lainnya lebih suka hidup melajang.


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 7:04 am