Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Enam tradisi unik mengucap salam di berbagai negara

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Enam tradisi unik mengucap salam di berbagai negara

    Post  pravda on Sun Aug 02, 2015 10:05 am

    Dewasa ini, biasanya orang saling menyapa dengan kata “halo” atau “hai” ketika bertemu dengan orang yang dikenal sambil di iringi lambaian tangan maupun jabatan tangan. Di Indonesia sendiri, kita lebih sering menyapa dengan kata diatas untuk teman dan untuk acara formal lebih menggunakan jabatan tangan. Jika sedang bertemu orang tua atau anggota\' keluarga yang lebih tua terkadang melakukan salam dengan mencium tangan.

    Bagi anak muda menyapa temannya cukup dengan saling menepukkan telapak tangan (baca: tos). Di sisi lain, para sosialita, politikus maupun selebritis lebih sering menyapa dengan saling menempelkan pipi kiri dan kanan (baca: cium pipi). Namun, di beberapa tempat di belahan dunia sapa menyapa menjadi sesuatu yang unik dan berbeda.


    Tradisi Membungkuk Oleh Obama Kepada Kaisar Jepang (Sumber : wordpress.com)

    1. Bow / Membungkuk

    Membungkuk adalah salah satu etiket salam yang paling terkenal di dunia. Di Jepang, membungkuk merupakan hal yang sangat penting dilakukan ketika bertemu kolega maupun orang yang lebih tua.

    Cara membungkuk di Jepang biasanya dengan mencondongkan tubuh dengan punggung tegak kedepan dan kedua tangan berada di samping badan (untuk laki-laki) sedangkan kedua tangan saling mengenggam di depan badan (untuk perempuan). Saat membungkuk mata si penyapa akan menutup. Semakin lama dan rendah badan membungkuk menunjukkan hubungan emosional dan rasa hormat yang lebih mendalam. Praktek salam dengan membungkuk juga dilakukan di Korea. Di Korea sendiri setelah membungkuk akan dilanjutkan dengan menyalami orang yang disapa. Untuk lebih menunjukkan rasa hormat tangan kanan di sokong dengan tangan kiri sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.

    2. Wai

    Versi yang hampir serupa dengan membungkuk juga diperkenalkan di Thailand dengan sebutan ‘Wai’. Tradisi menyapa ini melibatkan kedua tangan di dada seolah-olah dalam posisi doa dan juga disertai dengan sedikit membungkuk. Semakin tinggi posisi tangan di tubuhnya maka menunjukan rasa hormat yang lebih mendalam.


    Wai – Tradisi Menyapa di Thailand (Sumber : mentalfloss.com)

    3. Sungkeman

    Di Indonesia sendiri juga ada aktivitas bersalaman yang tergolong unik, aktivitas itu sering disebut dengan sungkeman. Sungkeman berasal dari kata sungkem yang maknanya bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan. Biasanya sungkeman dilakukan oleh orang muda kepada orang tua, namun lazimnya hal ini dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua mereka sebagai tanda salam dan rasa hormat yang mendalam. Bagi orang Jawa, sungkeman merupakan tradisi turun temurun.


    Sungkeman – Tradisi Salam Adat Jawa (Sumber : mentalfloss.com)

    4. Menjulurkan Lidah

    Menjulurkan lidah kepada orang lain tentu akan mengundang masalah, tapi tidak jika Anda berada di Tibet. Disana menjalurkan lidah dipandang sebagai hal yang sopan, juga sebagai sambutan adat dan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun.

    Dulu pernah ada seorang raja kejam di Tibet bernama Lang Darma yang memiliki lidah hitam. Orang Tibet percaya bahwa raja ini akan bereinkarnasi. Oleh karena itu, mereka saling menyapa dengan menjulurkan lidah mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bukan raja jahat yang bereinkarnasi. Tradisi ini terus berlangsung selama berabad-abad, jadi sekarang hanya sebagai sambutan adat semata.


    Menujulurkan Lidah Tradisi Salam Adat Tibet (Sumber : wordpress.com)

    5. Hada

    Hada merupakan hadiah\' berupa sepotong kain yang terbuat dari sutra atau katun yang diberikan untuk menyambut tamu asing sebagai tanda adat dan penghormatan dalam tradisi Mongolia. Sebagai tanda terima kasih atas hadiah\' tersebut, penerimanya harus membalasnya dengan sedikit membungkuk sebagai tanda persahabatan.


    Hada – Pemberian Kain Sutra Sebagai Tanda Salam di Mongolia

    6. Meludah

    Ini merupakan cara menyapa paling aneh yang pernah ada dan masih berlangsung hingga kini. Saling meludah satu sama lain merupakan hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang suku Massai di Kenya dan Tanzania sebagai tanda sapaan kepada teman. Bahkan meludah juga masih diterima saat menyapa orang tua, tetapi seorang anggota\' suku yang lebih muda secara tradisional akan meludah di tangannya sendiri sebelum menawarkan kepada anggota\' suku yang lebih tua untuk meludahnya sebagai tanda hormat. (**)



    ~uniknya


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 7:01 pm