Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini yang Terjadi di Perut Saat Konsumsi Mi Instan

    Share

    gaby_gracia

    11
    07.09.14

    Ini yang Terjadi di Perut Saat Konsumsi Mi Instan

    Post  gaby_gracia on Tue Aug 11, 2015 8:43 pm


    Makan makanan instan kian populer, terutama bagi mereka yang membutuhkan waktu cepat atau pengeluaran yang kecil, terutama mahasiswa. Dan mi biasanya menjadi pilihan utama, untuk menghilangkan rasa lapar.

    Namun tahukah Anda, jika terlalu sering makan makanan cepat saji ini bisa merusak tubuh kita dari dalam? Selain itu, penyakit-penyakit berbahaya juga kerap mengintai, seperti kanker. Tentunya kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya, bukan.

    Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital melakukan percobaan pertama, untuk menemukan apa yang terjadi di perut dan saluran pencernaan setelah Anda makan mi instan, terutama mi ramen, dengan menggunakan kamera seukuran pil. Dan temuan itu cukup mengejutkan.

    Hasilnya menunjukkan, jika mi ramen dalam perut setelah dua jam setelah konsumsi masih utuh, tidak seperti mi buatan sendiri sebagai perbandingannya. Ini adalah keprihatinan, mengingat banyaknya orang yang mengonsumsi mi instan.

    Hal ini membuat tekanan tambahan pada sistem pencernaan Anda, akibat proses yang lama untuk melarutkan makanan, ditambah kurangnya serat dalam makanan instan ini. Demikian juga dengan nutrisi, yang sangat rendah diserap akibat proses mencerna makanan yang begitu lama.

    Dalam kasus mi ramen diproses di saluran pencernaan ini, bukan karena nutrisi yang sangat sedikit dalam kandungan mi, melainkan, banyak zat aditif, termasuk pengawet beracun tersier-butil hidrokuinon (TBHQ).

    Jika aditif ini tetap dalam saluran pencernaan begitu lama bersama-sama dengan mie sulit break-down, Anda hanya bisa berasumsi apa yang dapat dilakukan untuk kesehatan Anda.

    Meskipun TBHQ adalah produk sampingan dari minyak bumi, dan sering disebut sebagai "antioksidan," penting untuk memahami bahwa itu adalah bahan kimia sintetik dengan sifat antioksidan, dan bukan antioksidan alami. Dan banyak ditambahkan dalam makanan, mulai dari biskuit, keripik, dan makanan cepat saji lainnya seperti nugget.

    Hal ini juga ditambahkan ke pernis, lak, dan produk pestisida, serta\' kosmetik dan parfum untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi tingkat penguapan. Hanya satu gram TBHQ dapat menyebabkan: mengigau, sesak napas, mual dan muntah, telinga berdengung (tinnitus), dan pingsan.

    Menurut Environmental Working Group (EWG), risiko kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi TBHQ secara terus menerus berdasarkan studi hewan meliputi: efek pada hati dengan dosis yang sangat rendah, mutasi positif dari tes in vitro pada sel mamalia, perubahan biokimia pada dosis yang sangat rendah, dan efek reproduksi pada dosis tinggi.

    Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa, wanita yang mengkonsumsi mi instan lebih berisiko mengalami sindrom metabolik.

    Dan sekitar 68 persen wanita yang mengkonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu. Dan mereka lebih sering terkena obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, trigliserida meningkat, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL.

    Salah satu alasan yang cukup kuat untuk menghindari mi instan adalah adanya monosodium glutamat (MSG), yang bisa merusak atau mematikan sel saraf di otak, yang dapat menyebabkan berbagai disfungsi otak, berpotensi mendorong atau memperburuk ketidakmampuan belajar, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, penyakit Lou Gehrig, dan banyak lagi.

    Jadi, masihkan Anda ingin mengonsumsi mi instan yang banyak beredar di pasar? Jika Anda peduli dengan masa depan dan kesehatan Anda, stop untuk mengonsumsinya mulai dari sekarang.

    Berikut videonya:



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 10:58 pm