Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ya. 50 Tahun lagi, manusia bisa hidupkan orang mati secara virtual

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Ya. 50 Tahun lagi, manusia bisa hidupkan orang mati secara virtual

    Post  flade on Thu Oct 29, 2015 1:02 pm


    Mungkin tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat orang yang kita kasihi meninggal dunia. Namun, menurut dosen dari Universitas Teeside, Simon McKewon, 50 tahun lagi manusia bisa menghidupkan kembali kerabat mereka, bahkan membuatnya hidup abadi! Bagaimana caranya?

    Tentu yang dimaksud McKewon, tidak menghidupkan manusia secara nyata, melainkan secara virtual dengan menggunakan komputer. Menurut McKewon, setengah abad lagi komputer sudah cukup canggih untuk menciptakan 'kehidupan digital buatan'.

    Orang yang telah meninggal akan 'dihidupkan' lewat proses 'photogrammetry' yang bakal membuat bayangan virtual orang tadi. Bayangan virtual itu dibuat berdasarkan foto atau video orang tadi dalam bentuk tiga dimensi.

    Keluarga almarhum nantinya bisa berinteraksi dengan bayangan virtual tersebut, bahkan berbincang langsung. Segala kata yang diucapkan, gerakan, pola pikir, dan kesukaan manusia virtual tadi berasal dari data yang didapat dari akun sosial medianya.

    "Di masa depan, Anda tidak akan pernah mengalami kehilangan orang yang dicintai. Anda juga dapat menambahkan mereka yang meninggal ke pohon keluarga virtual. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berbasis emosi, anggota\' keluarga yang mati bisa tetap menjalin hubungan dengan yang masih hidup dan berevolusi secara digital" jelas McKewon, Daily Mail (28/10).

    Apa yang dimaksud berevolusi secara digital? Nantinya 'otak' manusia virtual itu akan disambungkan dengan sosial media anggota\' keluarga lain. Jadi, semisal ada anggota\' keluarga yang memposting acara liburan hingga kelulusan ujian, maka manusia virtual tadi akan tahu dan bisa menggunakan topik-topik tadi sebagai bahan pembicaraan.

    Soal suara pun tidak usah khawatir, sebab manusia virtual bisa dibuat menirukan suara orang yang meninggal berikut aksen bahasanya. Menarik atau menakutkan?

    ~merdeka


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:28 pm