Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Ya. 50 Tahun lagi, manusia bisa hidupkan orang mati secara virtual

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Ya. 50 Tahun lagi, manusia bisa hidupkan orang mati secara virtual

    Post  flade on Thu Oct 29, 2015 1:02 pm


    Mungkin tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat orang yang kita kasihi meninggal dunia. Namun, menurut dosen dari Universitas Teeside, Simon McKewon, 50 tahun lagi manusia bisa menghidupkan kembali kerabat mereka, bahkan membuatnya hidup abadi! Bagaimana caranya?

    Tentu yang dimaksud McKewon, tidak menghidupkan manusia secara nyata, melainkan secara virtual dengan menggunakan komputer. Menurut McKewon, setengah abad lagi komputer sudah cukup canggih untuk menciptakan 'kehidupan digital buatan'.

    Orang yang telah meninggal akan 'dihidupkan' lewat proses 'photogrammetry' yang bakal membuat bayangan virtual orang tadi. Bayangan virtual itu dibuat berdasarkan foto atau video orang tadi dalam bentuk tiga dimensi.

    Keluarga almarhum nantinya bisa berinteraksi dengan bayangan virtual tersebut, bahkan berbincang langsung. Segala kata yang diucapkan, gerakan, pola pikir, dan kesukaan manusia virtual tadi berasal dari data yang didapat dari akun sosial medianya.

    "Di masa depan, Anda tidak akan pernah mengalami kehilangan orang yang dicintai. Anda juga dapat menambahkan mereka yang meninggal ke pohon keluarga virtual. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berbasis emosi, anggota\' keluarga yang mati bisa tetap menjalin hubungan dengan yang masih hidup dan berevolusi secara digital" jelas McKewon, Daily Mail (28/10).

    Apa yang dimaksud berevolusi secara digital? Nantinya 'otak' manusia virtual itu akan disambungkan dengan sosial media anggota\' keluarga lain. Jadi, semisal ada anggota\' keluarga yang memposting acara liburan hingga kelulusan ujian, maka manusia virtual tadi akan tahu dan bisa menggunakan topik-topik tadi sebagai bahan pembicaraan.

    Soal suara pun tidak usah khawatir, sebab manusia virtual bisa dibuat menirukan suara orang yang meninggal berikut aksen bahasanya. Menarik atau menakutkan?

    ~merdeka


      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 1:46 am