Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Inilah Alasan Keyboard Menggunakan QWERTY

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Inilah Alasan Keyboard Menggunakan QWERTY

    Post  daun.kuning on Tue Nov 17, 2015 11:28 am

    Pernahkah anda bertanya-tanya, kenapa susunan huruf di keyboard tersusun secarak acak? Kenapa tidak ABCDE seperti alphabet yang biasa kita hafal? Sering sekali pertanyaa ini muncul, apalagi bagi mereka yang baru melihat susunan keyboard tentu merasa aneh.

    Susunan ini tak hanya di keyboard komputer, semua susunan keyboard seperti di gadget, mesin tik dan telegram pun menggunakan susunan acak.


    Susunan acak pada keyboard biasa disebut dengan QWERTY. Kata QWERTY ini diambil dari 6 huruf pertama paling atas sebelah kiri pada keyboard.

    Awalnya, keyboard yang ada pada mesin tik memang menggunakan huruf berurutan alphabet, ABCDE yang diciptakan oleh Christoper Latham Sholes pada tahun 1968. Jika anda tahu mesin tik, benda tersebut mengeluarkan huruf dengan tangkai pencetak huruf yang ada di depan tangkainya. Dari susunan huruf yang ada pada saat itu, ada sebuah permasalahan yang terjadi karena huruf-huruf pada mesin tik berdekatan sehingga pada saat mengetik, tangkai-tangkai pada mesin tik sering “bertabrakan”.

    Kendala tersebut akhirnya dapat terselesaikan atas gagasan dari E. Remington pada tahun 1874 untuk mengacak huruf-huruf dari mesin tik sehingga terciptalah keyboard QWERTY. Huruf yang diacak diatur sedemikian rupa agar mengurangi resiko menyangkutnya tangkai mesin tik. Solusi ini ternyata sangat efisien saat itu dan masih digunakan sampai saat ini.

    Namun tahukah anda, susunan keyboard “QWERTY” ternyata diciptakan bukan hanya untuk mesin tik, melainkan juga untuk mesin telegraf. Mesin telegraf menggunakan sandi morse untuk berkomunikasi dimana hanya berisi titik, not, atau tanda baca. Dengan adanya QWERTY, pengiriman dan penerjemahan telegraf menjadi lebih mudah.

    Jika anda bingung, tontolah video berikut ini :


    Apakah susunan QWERTY masih bisa di acak lagi sehingga lebih mudah penggunaannya? Pertanyaan ini di jawab oleh August Dvorak pada tahun 1936. Dvorak berhasil mengacak-ngacak tombol QWERTY menjadi susunan huruf DVORAK Simplified Keyboard (DSK). Desain DVORAK ini di klaim lebih efektif ketimbang QWERTY. Namun karena kurang popular daripada QWERTY. Akhirnya Dvorak mengalah dan tidak bisa mengubah huruf QWERTY secara universal.

    Tertarikkah anda ingin merubah susunan QWERTY? Coba acak saja.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 5:12 pm