Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kisah 'Old Man' Penyumbang Rahasia di Sekolah Jepang Terungkap

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Kisah 'Old Man' Penyumbang Rahasia di Sekolah Jepang Terungkap

    Post  via on Tue Dec 08, 2015 6:39 am


    Kisah 'Old Man' Penyumbang Rahasia di Sekolah Jepang Terungkap (sosial media/Reuters)

    Seorang pria yang selama 40 tahun mengirim donasi tanpa nama untuk pembelian buku di sebuah sekolah dasar mengungkapkan jati diri. Ia melakukan itu setelah mengetahui sekolah tempat ia memberikan uang tiap bulan akan ditutup musim semi mendatang.

    Pria itu adalah Shoji Konno. Ia akhirnya bertemu dengan murid-murid sekolah tempat ia menyisihkan gajinya tanpa pernah absen, tiap bulan, selama 40 tahun. Konno adalah mantan pegawai yang tinggal di kota Sendai, Jepang.

    Lahir di kota Haguro, ia lulus dari SD Hirose yang kini bernama Daisan Elementary School, di Perfektur Yamagata.

    Kisah amalnya bermula pada 1973. Saat itu, ia bersama pemuda Jepang lain mendatangi pelosok membantu warga. Saat itu Konno muda terenyuh dengan sekolah Daiyon Elementary School, sekolah cabang Daisan.

    Sekolah itu begitu kecil dan pilihan bukunya sedikit. Murid-murid harus berebut untuk membaca. Sedih dengan kondisi tersebut, apalagi kehilangan ayahnya saat bersekolah, membuat ia bertekad untuk melakukan sesuatu.

    Saat Konno mulai bekerja setahun kemudian, pada 1974, ia bertekad mewujudkan janjinya. Tiap bulan, ia sisihkan gajinya sebesar ribuan Yen untuk donasi sekolah itu.

    Di amplop yang berisi uang tunai itu, Konno selalu menuliskan 'Pria tua dari Tsuruoka', di dalamnya ia menulis surat bahwa uang itu diperuntukkan untuk membeli buku.

    Kalau ditotal, pria yang kini berusia 68 tahun telah menyumbang 2,2 juta Yen kepada sekolah itu. Mereka pun kini telah mempunyai 1.500 buku berkat kebaikan hatinya.


    Kisah 'Old Man' Penyumbang Rahasia di Sekolah Jepang Terungkap (The Mainichi Shimbun)

    Tak hanya itu, tiap tahun, sekolah tersebut mengadakan festival 'Old Man' yang dipersembahkan bagi donatur rahasia itu sebagai tanda terima kasih kepadanya.

    Dalam festival 'Old Man', tiap murid, guru dan orangtua membaca buku keras-keras. Namun, dengan jumlah murid yang menurun drastis,-- tahun ini hanya 24 orang--, sekolah itu tak punya pilihan untuk menutupnya.

    Konno mendengar kabar itu. Saat itulah, ia memutuskan untuk mengakhiri donasi dan mengungkapkan jatidirinya, seperti dilansir dari The Mainichi Shimbun, Sabtu 5 Desember 2015.

    Ia menuliskan panjang lebar kisah dan alasannya kepada sekolah tersebut menggunakan nama aslinya. Pihak sekolah dan administrasi daerah itu memintanya untuk datang dan bertemu para sisa murid dan alumni.

    Festival 'Old Man' terakhir diadakan pada Jumat 4 Desember 2015. Konno hadir sebagai undangan. Murid kelas akhir bernama Mashiro Maruyama terpilih menjadi murid yang mengucapkan banyak terima kasih.

    "Aku sangat bahagia setiap saat buku-buku baru tiba. Terima kasih atas kebaikan Anda selama 40 tahun yang telah menghidupkan imajinasi dan menambah pengetahuan kami," kata siswi berusia 11 tahun.

    Konno awalnya enggan untuk datang. Ia takut kedatangannya akan merusak impian murid-murid itu.

    "Awalnya aku khawatir kalau datang bakal merusak impian mereka," kata Konno.

    "Namun ternyata, bertemu mereka, aku merasakan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari membaca buku. Mereka telah mendapatkan tentang indahnya punya mimpi dan harapann," ujarnya penuh haru.

    Sekolah Daiyon akan bergabung dengan Daisan. Nama sekolah akan berganti menjadi Hirose Elementary School. Buku-buku hasil donasi 'old man' akan turut dibawa serta\'.

    Terima kasih, Pak Tua...


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 3:03 am