Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Tiongkok berlakukan kebijakan dua anak

    Share
    avatar
    julia

    138
    25.06.11

    Tiongkok berlakukan kebijakan dua anak

    Post  julia on Fri Jan 01, 2016 10:22 pm


    Pasangan yang sudah menikah di Tiongkok mulai Jumat ini diizinkan memiliki dua anak setelah kekhawatiran membludaknya penduduk usia tua dan menyusutnya tenaga kerja, sehingga mengakhiri kebijakan satu anak yang selama ini berlaku di negara itu.

    Perubahan itu berlaku mulai 1 Januari 2016, kata kantor berita Xinhua seperti dikutip AFP.

    "Kebijakan satu anak" diberlakukan pada akhir 1970-an. Kebijakan ini membuat pasangan hanya dibolehkan memiliki seorang anak dan jika melanggar didenda dan dipaksa untuk aborsi.

    Selama bertahun-tahun, pemerintah menilai kebijakan satu anak menjadi kunci kemajuan ekonomi Tiongkok dan telah mencegah 400 juta kelahiran.

    Namun keluarga di pedesaan diizinkan memiliki dua anak jika yang pertama anak perempuan, sementara etnik minoritas diizinkan memiliki keturunan ekstra, sehingga beberapa pihak menjulukinya kebijakan "satu setengah anak".

    Penduduk Tiongkok yang kini berjumlah 1,37 miliar sekarang menua dengan cepat dan memiliki ketidakseimbangan jender parah, sementara tenaga kerja negara itu menyusut.

    Berdasarkan undang-undang baru, pasangan yang sudah menikah diizinkan memiliki dua anak, tapi undang-undang itu mempertahankan batas atas kelahiran tambahan.

    Dampak kebijakan ini, sekitar tiga juta bayi tambahan akan lahir setiap tahun selama lima tahun ke depan sehingga menambah total sekitar 30 juta orang untuk angkatan kerja pada 2050, kata para pejabat.

    ~antara


      Waktu sekarang Sat Jul 29, 2017 1:57 am