Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tiongkok berlakukan kebijakan dua anak

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Tiongkok berlakukan kebijakan dua anak

    Post  julia on Fri Jan 01, 2016 10:22 pm


    Pasangan yang sudah menikah di Tiongkok mulai Jumat ini diizinkan memiliki dua anak setelah kekhawatiran membludaknya penduduk usia tua dan menyusutnya tenaga kerja, sehingga mengakhiri kebijakan satu anak yang selama ini berlaku di negara itu.

    Perubahan itu berlaku mulai 1 Januari 2016, kata kantor berita Xinhua seperti dikutip AFP.

    "Kebijakan satu anak" diberlakukan pada akhir 1970-an. Kebijakan ini membuat pasangan hanya dibolehkan memiliki seorang anak dan jika melanggar didenda dan dipaksa untuk aborsi.

    Selama bertahun-tahun, pemerintah menilai kebijakan satu anak menjadi kunci kemajuan ekonomi Tiongkok dan telah mencegah 400 juta kelahiran.

    Namun keluarga di pedesaan diizinkan memiliki dua anak jika yang pertama anak perempuan, sementara etnik minoritas diizinkan memiliki keturunan ekstra, sehingga beberapa pihak menjulukinya kebijakan "satu setengah anak".

    Penduduk Tiongkok yang kini berjumlah 1,37 miliar sekarang menua dengan cepat dan memiliki ketidakseimbangan jender parah, sementara tenaga kerja negara itu menyusut.

    Berdasarkan undang-undang baru, pasangan yang sudah menikah diizinkan memiliki dua anak, tapi undang-undang itu mempertahankan batas atas kelahiran tambahan.

    Dampak kebijakan ini, sekitar tiga juta bayi tambahan akan lahir setiap tahun selama lima tahun ke depan sehingga menambah total sekitar 30 juta orang untuk angkatan kerja pada 2050, kata para pejabat.

    ~antara


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:04 pm