Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Meninggal Setelah Keinginan Terakhir Menikahi Kekasih Diwujudkan

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    Meninggal Setelah Keinginan Terakhir Menikahi Kekasih Diwujudkan

    Post  derinda on Thu Feb 25, 2016 7:28 pm

    Omar Al Shaikh divonis dokter tidak memiliki kesempatan hidup lagi karena kanker darah yang dideritanya tidak dapat disembuhkan. Saat itu Omar pun menyampaikan keinginannya yang menjadi impian terakhirnya yaitu menikahi kekasihnya. Dan anak remaja 16 tahun itu meninggal tidak lama setelah keinginannya dipenuhi.

    Omar meninggal di pelukan cinta sejatinya Amie Creswell, tiga hari setelah menikahi wanita yang juga berusia 16 tahun itu. Dia meninggal di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Inggris, Juni 2015 setelah tidak mampu melawan penyakit leukemia atau kanker darah yang dideritanya.

    Omar mengetahui dia dalam keadaan sekarat pada Maret 2015. Dokter memberitahunya dia hanya punya waktu tiga bulan untuk mencari donor stem cell yang cocok jika ingin tetap bertahan hidup. Namun karena Omar berdarah campuran Arab dan Rumania, sulit mencari donor yang cocok untuknya. Dan tragisnya dia kehabisan waktu.

    Saat ada donor stem cell yang dinyatakan cocok, Omar tidak tertolong. Dokter menyampaikan bahwa kanker di tubuhnya sudah masuk ke sumsum tulang sehingga transplantasi tidak bisa dilakukan. Dan dokter juga mengatakan dia hanya memiliki beberapa hari untuk hidup.

    Beberapa jam setelah kabar menyedihkan dari dokter itulah Omar menyatakan keinginannya untuk melamar Amie. Dan dia beruntung pernikahan tersebut bukan hanya disetujui sang kekasih tapi juga orangtua Amie.

    Pernikahan pasangan muda ini pun digelar pada Juni 2015, hanya beberapa hari setelah vonis mati dokter untuknya. "Dia minta dibawakan bunga dan cincin," ujar Jo Khalaf, teman dekat keluarga Oma, yang putranya juga tengah berjuang sembuh dari Leukemia, seperti dikutip Birmingham Mail.

    Mengenang peristiwa mengharukan itu, Jo mengatakan Omar tidak bisa berhenti tersenyum selama prosesi pernikahan berlangsung. Dia memberikan Amie cincin dengan hiasan bunga. Dan sang mempelai wanita tampil cantik dengan dress pink. Pernikahan mereka digelar secara Islam di rumah sakit tempat Omar dirawat.

    "Omar bilang dia ingin seluruh dunia tahu dia menikahi Amie," tambahnya.

    Tiga hari setelah pernikahan digelar, kabar duka itu datang. Omar meninggal dunia. Setelah meninggalnya Omar, keluarga dan teman-teman anak remaja itu mendorong semua pihak untuk mendaftar menjadi anggota\' lembaga amal Anthony Nolan yang bergerak di area penyakit leukemia dan transplantasi stem cell. Lembaga tersebut menghubungkan antara pendonor dengan yang membutuhkan donor.

    wolipop.com

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 8:48 pm