Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mencicipi Kopi Negeri Gajah Putih

    Share

    jakarta

    522
    23.04.10

    Mencicipi Kopi Negeri Gajah Putih

    Post  jakarta on Sat Apr 09, 2016 6:05 pm


    Meski bukan raja kopi, Thailand ternyata punya merek tempat ngopi yang cukup mendunia. Tertarik mencicipinya?

    Akhir pekan ini, Thai Trade Center Jakarta dan Departemen Perdagangan dan Promosi International Kementrian Perdagangan Thailand menggelar pameran bertajuk “Thailand Trade Show” di Jakarta Convention Center, Jakarta. Di pameran itu, terdapat 150 perusahaan\' Thailand yang memamerkan produk kebanggaan mereka, termasuk perusahaan\' makanan dan minuman.

    Berbicara minuman, khususnya kopi, Thailand memang tak ngetop sebagai produsen kopi. Soal ini pamor mereka masih kalah dengan negara kita dan Brazil. Namun berdasar fakta, negeri Siam ini berani mengklaim bahwa pertumbuhan produksi kopi berada di peringkat ketiga setelah Indonesia dan Vietnam. Pada 2002 tercatat 100.000 ton kopi yang diproduksi. Angka ini memang amat jauh bila dikomparasi dengan produksi Brazil yang lebih dari 3 milyar ton pada tahun yang sama.

    Meski bukan raja kopi, bukan berarti Thailand tak punya cerita soal kopi. Produksi kopi yang banyak dipakai sebagai bahan dasar kopi instan adalah Thai Robusta. Kopi ini ditanam di daerah selatan negeri gajah putih ini. Sedang sebelah utaranya tumbuh jenis arabica.

    Thailand punya brand name tempat ngopi yang cukup ngetop: Black Canyon Coffee. perusahaan\' ini didirikan pada 1993 dan hingga kini sudah ekspansi ke mancanegara. Tercatat ada 91 outlet Black Canyon Coffee di dunia. Termasuk, cabang di negara tetangga, seperti Malaysia dan Indonesia. Di negeri jiran, mereka sudah punya dua outlet sedang Indonesia ada di bilangan Krekot, Jakarta.

    Nongkrong di Black Canyon memang mengasyikkan. Kita dapat mencicipi kopi robusta khas Thailand. Pilihan kopi lainnya yang ada di dunia juga dapat kita nikmati. Ada sederet menu kopi dingin, seperti Black Coffee Champ Iced Coffee,Black Canyon Iced Coffee,Iced Mocha,Iced Cappuccino,Black Canyon Coffee Frost,Blackpuccino,Mocha Glacier atau Blended Iced Coffee with Rum.

    Hot Coffee? Silakan cicipi: Black Canyon Hot Coffee, Espresso, Mocha, Mocha Latte, Mocha Cappuccino, Espresso Macchiato, Kopi Ancient Coffee, Vienna, Espresso Con Panna atau Arabica Viengping. “Soal harga mulai dari 50 baht lah. Lumayan, kalo di sini (Indonesia) mirip excelso atau bisa kita sebut Starbucks-nya Thailand,” komentar Arie Parikesit – pengamat kuliner dari Jakarta.

    Di Thailand juga dapat ditemukan kopi khas yang disebut Kaffae biasa dibeli utuh dan digiling sesaat sebelum diolah, diminum terutama pagi dan siang hari.

    Kaffae Thung yang berarti Kopi Kantong dibuat dengan cara menaruh kopi yang baru digiling dalam saringan yang terbuat dari kain dan rangka besi. Lalu dituang air mendidih melewati saringan itu ke dalam sebuah kaleng yang sudah diberi 1-2 sendok susu kental manis. Tetesan hasil saringan tersebut menghasilkan kopi yang sangat pekat lalu dituang kedalam gelas.

    Untuk udara siang yang panas, ada Kaffae Yen atau Kopi Es, yang dibuat sama dengan pembuatan kaffae thung, dari kaleng tersebut kopi yang sudah dicampur susu kental manis dituang ke dalam gelas atau plastik yang sudah berisi es remuk (bukan es batu).

    Rasa dari Kaffae Yen ini sungguh segar. Kepekatan kopinya masih sangat terasa, manis dari susu juga tidak terlalu dominan (pas) dan sangat dingin karena memakai es remuk bukan es batu.

    Secara tradisional, kaffae thung dan kaffae yen banyak dijumpai di pinggiran klong (kanal) kecil di Bangkok. Juga ada dalam gerobak-gerobak. Dengan perahu kecil, warga bangkok biasanya membeli kopi pada penjual yang juga memakai perahu kecil ataupun yang mempunyai gerai di pinggiran klong. Penjual kopi tradisional sangat mudah ditandai dengan aroma kopi yang harum dan kuat.

    Es kopi dikemas unik dalam plastik yang ada jinjingannya. Jadi cara pegangnya dijinjing. Ini jelas beda dengan di Indonesia yang dicekik leher plastiknya dan es batunya selalu dalam bentuk hancur. “Saya paling suka kopi yang ada di pinggir jalan itu. Rasanya lebih bodied dan gurih. Lagipula harganya terjangkau, berkisar 15 – 20 baht,” tukas Arie Parikesit.

    ~nationalgeographic.co.id


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 6:37 pm