Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Suami Saya Selingkuh karena Tidak Bisa Hamil

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Suami Saya Selingkuh karena Tidak Bisa Hamil

    Post  via on Sat Apr 30, 2016 1:10 pm



    Ditinggal Selingkuh dan Diceraikan Karena Tak Bisa Hamil,Ternyata wanita Ini Bisa Hamil

    Selingkuh, hal menyakitkan bagi korbannya. Seringkali perselingkuhan menyisakan luka teramat dalam, terutama bagi wanita. Tidak ada wanita yang ingin diselingkuhi, tetapi fakta menunjukkan bahwa beberapa orang pernah menjadi korban perselingkuhan.

    Inilah cerita seoerang wanita yang diselingkuhi dan dicerai karena dianggap tidak mampu memberikan anak, seperti dikutip dari Eberita.org. Suami saya mengajukan surat cerai. Ketika ia mengajukan hal ini, rasanya duniaku hancur. Pacaran selama 2 tahun, pernikahan yang memasuki usia yang ke-5, apakah kisah cinta saya akan berakhir disini?
    Saya mengakui saya bukanlah wanita yang sempurna. Akhir-akhir ini saya sering mengabaikan penampilan saya. Memakai baju tidur di rumah, tidak dandan ketika pergi keluar rumah, bahkan berat badan saya lebih dari 100 kilogram.

    Terlebih lagi, saya tidak memiliki anak. Tapi, dia pernah berkata, apapun yang kami alami, apakah kami akan punya anak atau tidak, dia akan tetap mencintai saya.
    Apakah dia dipecat dari pekerjaannya? Apakah ia divonis penyakit keras? Sebenarnya apa yang terjadi? Saya meneleponnya, namun ia mematikannya.
    Saya yang tidak bisa tidur semalaman, mendengar suara pintu yang terbuka pada jam 6 pagi.
    Saya berlari mendapati dia dan bertanya, "Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Aku akan tetap menemanimu seumur hidup walaupun kamu kehilangan pekerjaan ataupun sakit."
    Suami saya menjawab dengan dingin, "Saya tidak pulang kemarin malam dengan harapan supaya kamu bisa memikirkan dengan baik apa yang akan kamu lakukan setelah kita bercerai."
    "Pekerjaan saya baik-baik saja, saya juga tidak sakit. Sejujurnya, saya punya wanita lain dan sekarang dia hamil. Saya mau menikahinya dan membangun sebuah keluarga yang lengkap bagi anak itu."

    "Bagaimanapun juga, penampilan dan kecantikannya tidak bisa dibandingkan denganmu. Bagaimanapun juga saya akan tetap memberimu bantuan keuangan. Kamu tidak bekerja. Kalau saya tidak membantumu kamu akan kehilangan bahkan hidupmu."

    Setelah saya mendengar ini saya langsung menamparnya tanpa berpikir panjang. Dia marah dan meninggalkan rumah saat itu juga.

    Setelah kejadian ini, saya mengunjungi kantornya dan marah besar pada bulan berikutnya. Dia yang marah membawa kami ke hadapan pengadilan.

    Akhirnya pengadilan memutuskan supaya saya mendapat hak atas rumah yang selama ini saya tinggali dan sejumlah besar uang.

    Saat hari di mana kami bercerai secara resmi, saya sadar, bahwa ia akan kehilangan hal yang paling berharga di dalam hidupnya.

    Satu tahun setelah kejadian tersebut, saya mendapat pekerjaan. Saya pun telah mulai menata kehidupan dan diri saya yang baru.

    aya mengenal seorang pria baik lainnya. Ketika saya mendengar berita tentang mantan suami saya, saya mendapat informasi bahwa kantornya memiliki masalah keuangan yang besar. Keluarganya juga tidak harmonis.

    Dua tahun kemudian, saya menikah dan akhirnya hamil. Di masa kehamilan saya yang ke-5 bulan, ketika saya sedang berbelanja dengan suami saya yang baru, saya berpapasan dengan mantan suami saya.

    Melihat perut saya yang besar, dia menunjukkan ekspresi wajah yang kaget pada wajahnya.

    Akhirnya saya pun mengetahui akhir dari kehidupan yang ia jalani setelah kami bercerai.
    Dua hari kemudian, saya mendengar berita tentang mantan suami saya dan istrinya yang bertengkar hebat.

    Anak yang mereka besarkan selama ini ternyata adalah anak dari mantan pacarnya yang lain.

    Akhirnya mereka bercerai, sang wanita membawa pergi putranya beserta dengan setiap harta yang ada.

    Sebenarnya bukan saya yang tidak bisa hamil. Suami saya yang mandul, tapi dia tidak pernah mau mencoba memeriksakan diri, malah memojokkan dan menuduh sayalah yang mandul.

    ~tribunnews


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:15 am