Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kucing Lokal, Jangan Baper Ya

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Kucing Lokal, Jangan Baper Ya

    Post  lea on Sun Jun 26, 2016 5:23 pm


    Tulisan ini adalah tulisan remeh temeh, jadi yang suka tulisan berat jangan dilanjutkan membaca

    Akhir-akhir ini mudah sekali menemukan banyak orang yang meng-upload foto-foto kucing di sosial medianya. Hampir setiap hari, baik itu di line, bbm, instagram, path, facebook dll selalu ada foto kucing. Mungkin bisa disebut bahwa kucing sudah menjadi salah satu artis yang punya banyak penggemar berat di sosial media. Ternyata popularitas ini bukan hanya di sosial media, kucing yang pada dasarnya adalah binatang yang manis, lucu, dan manja juga banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan. Buktinya akhir-akhir ini jual beli kucing, utamanya kucing ras (Anggora, Persia) sedang hangat-hangatnya. Namun, ditengah trend kucing sedang booming ini ada hal miris yang terjadi diantara kucing ras dengan kucing lokal.

    Kucing Ras, seperti kucing persia dan anggora saat ini tengah diidolai oleh manusia. Bulunya yang lebat, tingkahnya yang malas manja membuat manusia menjadi gemas untuk memeliharanya. Penampilan fisik kucing ini selalu menjadi perhatikan utama, dimandikan, diberi shampoo, disisir, lalu dikeringkan adalah kewajiban bagi pemilik kucing. Jangan lupa aksesoris seperti kalung yang tidak bisa lepas dari lehernya. Bukan hanya itu makanannya pun bukan sembarangan, harganya juga terbilang tidak murah, serta\' dijual hanya di toko-toko tertentu. Kebersihan kandang, bak pasir, kuku, mata, dan gigi tidak boleh luput dari perhatian. Demi menjaga kesehatannya kucing ini diberi vaksin serta\' kontrol rutin ke dokter hewan. Hidupnya sehari-hari ada di kandang atau sekitar rumah, dilarang pemiliknya keluar ke jalan karena khawatir terkena penyakit atau hilang.

    Berbeda dengan kucing ras, kucing lokal biasa juga disebut kucing kampung ada yang berkarier di jalanan dan ada yang menjadi kucing peliharaan. Mereka yang yang berada di jalan kadang juga ditemukan di selokan-selokan atau di tempat sampah sedang mengais sisa makanan manusia. Selain tubuhnya yang kurus dan kotor terkadang kucing ini memiliki luka bekas siraman air panas di badannya. Disiram oleh anak manusia karena mencuri makanan di meja makan. Mungkin sesekali saat manusia sedang makan ikan atau daging, kucing ini bersandar di bawah kaki manusia tersebut sambil menggoreskan bulunya. Berharap diberi secuil daging, atau setidaknya dielus balik sambil cemas dan waspada kalau tiba-tiba ditendang. Sebenarnya hanya dengan ikan pindang atau tulang ikan kucing ini sudah bisa bertahan hidup. Ada pula kucing lokal yang beruntung menjadi peliharaan manusia. Kalau majikannya baik biasanya juga diberi kalung. Tetapi sebenarnya nasibnya juga tidak jauh beda, bila dibandingkan dengan kucing ras, perawatan terhadap kucing ini hanya alakadarnya saja. Tidak perlu dibawa ke salon dan dokter, diberi makan rutin saja sudah bagus tetapi hebatnya kucing ini jarang sakit macam-macam. Mungkin karena sudah terbiasa melalui beratnya cobaan hidup jadi kebal terhadap penyakit.

    Tentunya kucing lokal bisa baper (bawa perasaan) saat melihat perlakuan manusia terhadap kucing ras. Mungkin dari jendela rumah dia menengok betapa bahagianya kucing ras. Hanya bisa mengeong dan berkata yang mungkin artinya seperti ini

    “MEEEEEEOOOOOOWWWWW MMMEEEOOOOWW” artinya “Mengapa kalian (manusia) begitu angkuh terhadap kami dan begitu memberi perhatian ke mereka (kucing ras), padahal kami sama-sama kucing, sama-sama ciptaan Tuhan.”

    Lalu sambil mendesis kucing ini berkata “MEEONGGG MEWOOOWW MWOOO” yang artinya “Kalian manusia selalu menentang diskriminasi tapi pada kenyataannya kami selalu kalian diskriminasi. Kami Kucing kampung makan pindang atau segala sisa makanan manusia, sedangkan mereka (kucing ras) selalu kalian perhatikan baik-baik dengan makanan khusus yang dibeli di toko hewan.”

    “MEEWWOOO” artinya “Kami memang suka nyolong ikan tetapi itu juga karena tidak ada yang menyediakan makan. Akhirnya demi perut ini terisi kami nekat nyolong ikan, tapi bukan ikan yang kami dapat malah siraman air panas.”

    Kali ini dengan lirih kucing ini berkata “meooong” artinya “Kami memang banyak yang kotor dan menjijikkan tapi itu juga karena tidak ada yang bersedia memandikan kami. Kami memang sering buang air besar sembarangan, itu pun juga karena tidak ada yang memberikan kami bak pasir.”

    Akhirnya si kucing lokal pergi,kembali ke jalanan, dan mengais sampah kembali

    Hmmm kalian kucing lokal, jangan baper ya, setidaknya bersyukurlah hidup kalian tidak berada dalam sangkar emas. Kalian bebas dapat kesana kemari berkotor-kotor tetapi tubuh selalu sehat.

    ~kompasiana


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 9:26 am