Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sembalun, Wisata Kesejukan di Kaki Gunung Rinjani

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Sembalun, Wisata Kesejukan di Kaki Gunung Rinjani

    Post  via on Wed Jul 06, 2016 4:58 pm

    Dari rimbun pepohonan, sesekali tampak Gunung Rinjani berdiri tegar, seakan "mengintip" lalu lalang pengguna jalan.


    Petani di Desa Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Wawan H. Prabowo)

    Wisata ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya pantai, melainkan juga wisata daerah pegunungan atau dataran tinggi, yaitu di Kecamatan, Sembalun, Lombok Timur.

    Wilayah di kaki Gunung Rinjani (3.726 mdpl) itu meliputi enam desa, berudara sejuk, berketinggian 800 mdpl-1.250 mdpl.

    Kecamatan ini berkembang menjadi agrowisata yang mengundang wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara untuk menikmati panorama alam dan udara segar pegunungan.

    Sembalun—yang pernah dikunjungi Presiden Soeharto karena berkembang sebagai sentra produksi bawang putih pada 1986—berjarak 40 kilometer utara Selong, ibu kota Lombok Timur, atau 90 kilometer dari Mataram, ibu kota NTB.

    Rute Sembalun-Mataram ditempuh 2,5 jam perjalanan melalui Desa Aikmel, Lombok Timur, dengan mobil atau sepeda motor. Rute lain, Mataram-Sembalun lewat Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, berjarak 113 kilometer. Desa-desa di kecamatan itu adalah jalur pendakian Gunung Rinjani.

    Kata Diralam, Kepala Desa Sembalun, di musim kemarau, suhu normal mencapai 7 derajat celsius-12 derajat celsius, sedangkan di musim hujan sekitar 20 derajat celsius. Indikasinya, beberapa kilometer memasuki Desa Aikmel, udara terasa sejuk disertai jalan aspal ber-hotmix yang mulai menanjak.

    Deretan rumah penduduk dan cicit burung bersahutan adalah musik penghibur dalam perjalanan. Mata pun seakan mendapatkan ”tempat bernaung” oleh aura kehijauan beragam jenis tanaman di hamparan sawah, kebun, dan kawasan hutan. Dari rimbun pepohonan, sesekali tampak Gunung Rinjani berdiri tegar, seakan ”mengintip” lalu lalang pengguna jalan.

    Medan jalan berkelok serta\' tikungan tajam dan terjal menguji adrenalin para pengemudi kendaraan bermotor menuju Sembalun. Tiba di Pusuk (puncak) berketinggian 1.250 meter, tampak dari kejauhan permukiman penduduk Desa Sembalun Bumbung.

    Lokasi ini menjadi spot foto serta\' tempat nongkrong anak muda dan pelancong sambil menikmati kopi dan jagung bakar, lalu naik bukit sambil menyaksikan monyet. Sore hari, Pusuk biasanya berkabut sehingga serasa berada di daratan Eropa.

    Samalas

    Bisa juga berfoto ria berlatar belakang gugusan perbukitan Sembalun dan sekitarnya yang rata-rata dibungkus lumut hijau. Bukit-bukit itu adalah hasil letusan dahsyat Gunung Rinjani tua—dalam naskah kuno/babad Lombok disebut Gunung Samalas, yang meletus tiga tahap pada 1257.

    Letusan Samalas juga disebutkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences terbitan September 2013 lewat artikel berjudul ”Source of the Great AD 1257 Mystery Eruption Unveiled, Samalas Volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia” (Tempo, 17 November 2013).

    Artikel itu hasil penelitian 15 ahli gunung api (tiga dari Indonesia) dengan ketua tim Franck Lavigne dari Departemen Geografi Universitas Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Paris.

    Dikatakan, saat Tambora meletus tahun 1815, material yang dilontarkan sebanyak 33 kilometer kubik. Namun, letusan Samalas lebih dahsyat, lontaran materialnya mencapai 40 kilometer kubik. Karena itu, letusan Samalas dianggap Franck Lavigne sebagai terbesar dalam 7.000 tahun terakhir.

    Letusan abu vulkanik itu melahirkan tanah subur bagi penduduk Sembalun sebagai lahan pertanian dan hortikultura, seperti budidaya bunga, kubis, cabe, kol, sawi, dan kentang.

    Penduduk juga tetap melestarikan kebiasaan leluhur menanam padi/beras merah. Ketika musim tanam-petik tiba, area tanam komoditas itu menjadi sasaran kunjungan wisatawan.

    Pengunjung ramai ke Pusuk, Sembalun, dan sekitarnya pada Sabtu, Minggu, dan hari libur sekolah. Selain menikmati udara sejuk-segar, mereka juga menginap.

    Tarif sewa penginapan standar Rp 250.000 per malam, penginapan plus air hangat Rp 350.000, dan yang sederhana Rp 150.000. Biar percaya, datanglah ke Sembalun yang saat ini masih memberikan kesejukan.

    sumber: nationalgeographic.co.id


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 4:59 pm