Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km

    Post  derinda on Fri Aug 26, 2016 7:20 pm


    Seorang pria India, yang secara ekonomi berkekurangan, menggendong jasad istrinya sejauh 12 kilometer.

    Hal tersebut ia lakukan setelah rumah sakit tempat sang istri meninggal diduga tak memberikan ambulans untuk memulangkan jasad tersebut. Namun, pihak rumah sakit membantah tuduhan itu.

    Istri Dana Majhi, Amang (42 tahun), meninggal karena tuberkulosis (TBC) di rumah sakit di Bhawanipatna, negara bagian Orissa. Menurut keterangan Majhi, tempat tersebut terletak 60 kilometer dari desanya dan ia tak mampu menyewa kendaraan.

    Selama perjalanan, anak perempuan mereka yang masih berusia 12 tahun, Chaula, mendampingi sang ayah yang menggendong jasad sang ibu.

    Dikutip dari The Indian Express, Jumat (26/8/2016), setelah melakukan perjalanan sejauh 12 kilometer, beberapa orang melihatnya dan melaporkannya kepada pihak berwenang.

    Tak lama kemudian, sebuah ambulans dikirim untuk membawa jasad itu ke Desa Melghar, tempat mereka berasal.

    Peristiwa itu bermula saat Amang dinyatakan meninggal pada Selasa, 23 Agustus 2016. Menurut keterangan pejabat rumah sakit, Majhi memutuskan membawa jasad istirnya tanpa memberi tahu informasi apa pun ke petugas rumah sakit.

    Namun, keterangan berbeda diucapkan oleh Majhi. Ia mengatakan pihak rumah sakit terus memintanya untuk membawa jasad Amang.

    "Aku terus meminta kepada pegawai rumah sakit menyediakan kendaraan untuk jasad istriku, tapi tak berhasil. Karena miskin dan tak bisa menyewa kendaraan pribadi, aku tak punya pilihan selain membawa tubuhnya di bahuku," ujar Majhi seperti dilansir dari BBC.


    Selama perjalanan, anak perempuan mereka yang masih berusia 12 tahun, Chaula, mendampingi sang ayah yang menggendong jasad istrinya (BBC)

    Sementara itu, seorang pejabat dari Distrik Kalahandi, Brunda D, mengatakan bahwa ia telah mengatur kendaraan untuk membawa jasad Amang setelah mengetahui hal tersebut.

    "Aku telah meminta pejabat setempat untuk memberikan 2.000 rupee atau Rp 397 ribu untuk keluarga di bawah skema Harischandra Yojana (biaya kremasi bagi orang miskin dari pemerintah). Selain itu, pihak keluarga juga mendapatkan 10.000 rupee (Rp 1,97 juta) dari Palang Merah," ujar perempuan tersebut.

    Pada Februari, pemerintah negara bagian telah mengumumkan skema yang memastikan bahwa mobil jenazah cukup untuk membawa jasad orang yang berkekurangan secara ekonomi dari rumah sakit ke rumah mereka.

    Namun dalam sejumlah keterangan yang menceritakan tentang keadaan pelayanan kesehatan di Orissa, setidaknya terdapat puluhan kasus di mana jasad diangkut dengan sepeda, becak, bahkan dipan kayu ke sejumlah daerah terpencil dalam beberapa bulan terakhir. ~liputan6


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 3:34 pm