Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

IKLAN ANDA


    Mengenal Endorse

    Share
    avatar
    zuko

    159
    25.06.11

    Mengenal Endorse

    Post  zuko on Fri Sep 09, 2016 5:11 pm

    BOOMINGNYA ISTILAH ENDORSEMENT, APA SIH ARTINYA ENDORSE?

    Beberapa waktu yang lalu, sebenernya hampir setahun yang lalu lah kurang lebih. Ada seorang teman memperbincangkan sebuah kata "Endorsement" pada pesan pribadinya lewat WhatsApp denganku. Dia bilang "Coba deh kamu endorse jualanku ini". Selang beberapa detik membaca otakku ini rada roaming, dalam hati bertanya "Endorse? Makanan apaan tuh?". Trus temanku itu bilang lagi dan menyebut kata "Endorsement" dalam kata-katanya. Mau tanya tapi gengsi dongs, ntar disangka kudet gitu. Dooohhh...

    Aku pikir-pikir sampai akhirnya aku berpikir dan menyimpulkan sendiri kalau Endorsment itu adalah :

    En/ In : Di dalam
    Doors : Pintu
    Sement : Semen

    Tapi kok ora nyambung yak? Kan dagangannya dia bukan semen? Trus aku disuruh nyemen gitu? Hahaha...

    Tapi sering lihat sih karena aku termasuk anak muda yang sering aktif upload foto di Instagram, kalau follow artis-artis mesti ada aja yg ngetag #endorse atau komen yang bilang "kak, boleh endorse ga?". Njug, endorse ki opo toh sakjane cah? hahaha...

    Nah, karena aku anak sok update yang padahal ya kudet hahha...Akhirnya aku pergi ke dukun untuk bertanya kata "Endorse" ini, dukun yang aku datengin ini dukun mujarab yang sangat terkenal di seantero jagat, didunia ini siapa sih yang gak kenal beliau. Mbah Google, yap dukun yang satu ini yang aku sambangi hahaha...

    Menuliskan keyword "Endorse" adalah hal pertama yang aku lakukan. Dan banyak banget artikel yang bahas soal endorse. Setelah aku membaca tibalah saatnya aku menyimpulkan, owh ternyata endorse itu promosi barang dagangan kita (online shop) lewat orang-orang terkenal atau artis.

    Terus gw artis dong kalau gitu? wkwkwkw... #senyumsenyumlebarsekali

    Tapi ternyata arti kata endorse sendiri mengandung arti mendukung atau memberi saran, tapi yang aku lihat selama ini adalah online shop memberikan barang mereka secara GRATIS kepada orang-orang terkenal atau artis, sebagai gantinya si orang terkenal/ artis tersebut mengupload foto mereka dengan memakai produk si online shop itu di social media dan tidak lupa juga dalam captionnya menyebutkan nama online shop. Ngertikan maksudku? Kalau gak ngerti yaweslah hahhaa...

    Padahal kalau dilihat dari arti katanya mendukung atau memberi saran bukankah foto itu gak wajib-wajib banget? Tetapi cukup dengan si artis memakai produk tersebut, menyarankan kepada teman dan menyebutkan nama online shop ketika mereka manggung ataupun pentas.

    Hmmm...

    Tapi yaitu tadi karena sebuah kebiasaan yang sudah merajalela dan sudah menjadi trend di negara kita maka kata-kata endorse bisa diartikan memberikan barang secara GRATIS ke artis, trus si artis upload foto di medsosnya dengan menyebutkan nama online shop. Titik! Hehe...

    Dan manfaatnya endorse ini bagi online shop katanya sangat signifikan loh, bisa meningkatkan penjualan sampai berkali-kali lipat. Wow...Amazing!

    Tapi-tapi ada beberapa artikel yang menuliskan bahwa, penggunaan istilah endorse yang ada sekarang adalah salah kaprah. Why? Misal, Ada yang bilang kalau Michele Jordan dia di-endorse oleh brand Nike. Tetapi yang terjadi adalah (penggunaaan istilah yang tepat) Nike membayar Michele Jordan untuk meng-endorse produk mereka, karena Michele Jordan adalah seorang public figure dimana endorsement dapat membantu meningkatkan penjualan sepatu Nike. See?

    Tetapi karena penggunaan kata endorse yang sudah terbalik di media periklanan ya maka itu yang mem-booming dan menjadi trend terkini.

    ~handdriati.com

    avatar
    zuko

    159
    25.06.11

    Re: Mengenal Endorse

    Post  zuko on Thu Jan 05, 2017 1:30 am

    Rahasia Jadi "Selebgram", Cara Raup Untung Lewat Instagram


    Kini, Instagram—jejaring sosial khusus foto—tak hanya jadi wadah ekspresi diri dalam bentuk gambar, lantunan kata, juga hashtag atau tanda pagar (tagar). Banyak orang mulai memanfaatkan media ini untuk menjadi "selebram" atau selebriti yang terkenal lewat Instagram.

    Seseorang terbilang sukses menjadi selebgram bila akun Instagram miliknya diikuti jutaan follower dan bisa menarik banyak respons, baik berupa likes ataupun komentar. Jika sudah memiliki banyak penggemar seperti ini, biasanya ada saja brand yang ingin menggunakan "ketenaran" selebgram untuk memasarkan produk.

    Bak tambang emas, keuntungan yang diraup para selebgram dari bisnis tersebut cukup menjanjikan. Sebagai contoh, seperti dikutip dari dailymoslem.com, seorang selebgram disebut memasang tarif Rp 500.000 sampai Rp 1 juta untuk satu kali endorse atau promosi produk lewat akun Instagram-nya. Kalau ada satu produk saja dikenalkan dalam sehari, si empunya akun bisa meraup untung minimal Rp 15 juta dalam satu bulan. Tergoda?

    Jika Anda tertarik menapaki jejak sebagai selebgram, syarat awalnya adalah memiliki jutaan follower dan ratusan tanda cinta. Kunci untuk mendapatkannya adalah kelihaian memoles akun Instagram Anda sendiri.

    Soal cara poles akun Instagram, ada sejumlah tips yang bisa dicoba. Berikut ini beberapa di antaranya:

    Konten

    Akun instagram harus unik dan menampilkan karakter khas Anda. Siapa Anda? Apa minat Anda? Lalu, orang seperti apa yang kira-kira akan menyukai Anda? Mulailah tampil dengan konsep. Jika Anda suka produk kecantikan, misalnya, coba buat tips-tips perawatan muka. Bisa dicoba juga, tambahi tips itu dengan unggahan foto wajah sebelum dan sesudah perawatan.

    Perlu jadi perhatian, konten yang disajikan tak boleh "garing" dan sebaliknya harus selalu memberikan informasi baru. Karena itu, coba terus ikuti kabar tren terkini di bidang yang Anda suka. Buat follower mau merekomendasikan akun Instagram Anda karena info-info yang diunggah memang inspiratif dan menarik.

    Intinya, foto-foto yang diunggah di Instagram Anda harus mendorong orang dua kali mengetuk layar sentuh smartphone untuk memberikan tanda hati. Tak lupa pula, gunakan tagar yang populer dan berkaitan dengan konsep Anda pada keterangan foto.

    Untuk mengetahui tagar yang sedang hits dibicarakan di Instagram, Anda bisa memanfaatkan aplikasi khusus seperti Webstagram. Namun, jangan berlebihan, gunakan tagar sesuai kebutuhan saja. Keterangan foto yang penuh tagar bakal tak ramah di mata pengunjung akun.

    Langkah berikutnya, kaitkan unggahan itu dengan produk yang kira-kira membutuhkan orang seperti Anda sebagai brand ambassador di Instagram. Begitu ketemu, coba tambahkan nama akun produk itu di foto yang Anda unggah. Siapa tahu pemilik produk tersebut tertarik memakai jasa Anda.

    Jadwal

    Pastikan akun selalu aktif. Setidaknya luangkan waktu untuk mengunggah foto minimal tiga kali sehari. Jepretan tak perlu selalu bersifat normatif mengikuti konsep. Jika ada hal menarik lain terjadi di sekitar Anda, unggah saja fotonya.

    Selain itu, riset sederhana untuk mengetahui waktu paling pas mengunggah foto juga patut dicoba. Mudah, jajal pasang foto pada jam-jam berbeda, misal antara pukul 06.00 – 08.00 pagi, 12.00 – 13.00 siang, lalu 17.00 – 19.00 malam. Dari jam-jam tersebut, bisa terlihat foto-foto mana yang paling disukai dan mendapat respons.

    Membalas komentar harus menjadi agenda penting pula. Memang komentar tak selalu positif, ada saja orang iseng yang berkomentar miring. Namun, abaikan dan jawab saja komentar seperti itu dengan hati tenang, kalau perlu balas saja dengan jawaban kocak.

    Estetika

    Karena gambar adalah senjata utama—yang bisa diperkuat dengan keterangan foto—di Instagram, perhatikan kualitas foto atau video yang diunggah. Jangan sampai gambar buram karena diambil dalam kondisi minim cahaya atau terburu-buru.

    Komposisi cahaya, posisi pengambilan gambar, dan latar belakang wajib jadi pertimbangan saat pemotretan. Memang, urusan potret-memotret ini pada awalnya akan memakan waktu cukup lama, tetapi bakal semakin cepat setelah sering dilakukan dan makin tahu cara mendapatkan gambar bagus.

    Karena itu, benar-benar siapkan peralatan memotret yang diperlukan. Tongkat narsis (tongsis) atau tripod kecil sewaktu-waktu diperlukan untuk pengambilan gambar pada posisi tertentu. Namun, paling utama, kamera ponsel yang Anda gunakan harus mampu menghasilkan gambar beresolusi tinggi.

    Jika ingin fokus ke bidang kecantikan, misalnya, Anda butuh ponsel dengan resolusi kamera depan tinggi seperti Oppo F1. Tujuannya, wajah cantik Anda tampil maksimal di foto sekalipun diambil dengan cara selfie.

    Cari juga ponsel dengan fitur yang bisa memaksimalkan selfie, seperti screen flash yang membantu pencahayaan di lokasi minim cahaya. Jika masih merasa wajah kurang glowing, pertimbangkan ponsel berkamera yang punya fitur semacam Beautify 3.0 untuk membuatnya terlihat lebih berkilau.

    ~kompas


      Waktu sekarang Mon May 01, 2017 1:21 pm