Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon

    Share

    La Rose

    75
    16.08.11

    Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon

    Post  La Rose on Thu Oct 27, 2016 3:27 pm


    Sumatera Utara punya rempah andalan. Meski berukuran kecil, andaliman memiliki rasa pedas menyengat.

    Bila China mengenal Sichuan pepper, maka orang Batak punya andaliman. Bentuknya bulat kecil, mirip merica dan tumbuh bergerombol.

    Saat masih muda, andaliman berwarna hijau. Sedangkan ketika matang, warnanya menjadi merah. Keunikan andaliman terletak pada aromanya yang sitrus dan pedas tidak biasa. Ketika digigit, andaliman menimbulkan sensasi mati rasa dan sengatannya seperti tertinggal di lidah.

    Masakan khas Batak seperti arsik dan saksang tak luput dari penggunaan andaliman. Sehingga rempah berbentuk butiran ini sering disebut "merica Batak".


    Chef Ragil Imam Wibowo, termasuk yang gemar menggunakan andaliman dalam racikan masakannya. Menurutnya, tidak ada yang bisa menyamai rasa andaliman.

    "Andaliman ini khas Indonesia karena di tempat lain saya belum menemukan. Saya suka sekali andaliman ini karena sangat spesifik rasanya, tidak ada (rempah) yang sama. Ketika kami coba buat makanan asli Batak di sini, saat tidak pakai andaliman rasanya hilang. Jadi akhirnya kami memang harus mendapat andaliman," ujar Chef Ragil saat ditemui di NUSA Indonesian Gastronomy (21/10).

    Bagi Chef Ragil, andaliman paling enak berasal dari Pulau Samosir. Rasanya pedas dengan jejak lemon segar.


    "Andaliman yang sangat enak itu memang yang dihasilkan Pulau Samosir. Itu rasanya luar biasa, sangat lemony. Seperti jeruk tapi pedas. Ada (rempah) yang mirip andaliman di Krayan (Kalimantan Utara). Tapi kalau kita coba, hanya ada sedikit rasa pedas. Tidak ada rasa lemonnya," jelas Chef Ragil.

    Pengolahan andaliman sendiri bisa dipakai saat masih segar maupun kering. Chef Ragil menyampaikan bahwa andaliman segar biasa dipakai untuk naniura (sajian ikan segar) atau sambal. Sementara jenis kering yang berwarna hitam lebih banyak digunakan untuk flavoring. Supaya rasa andaliman tetap didapatkan dalam sajian.

    "Ketika dipakai untuk ikan, rasanya jadi enak sekali. Ketika dibuat sambal juga sambalnya jadi punya rasa kekhasan luar biasa. Ini yang masih harus diperkenalkan lagi bahwa rempah ini juga enak," ungkapnya.


    Orang Batak yang sangat menyukai pemakaian andaliman, rempah akan diolah menjadi pasta dan dibawa kemana-mana.

    "Andaliman ini jarang dibawa kemana-mana karena memang ditempatnya sendiri pun tidak terlalu berlimpah. Kalau misalnya sebagaian orang yang masih sangat fanatik dengan makanan Batak, biasanya andaliman akan dihancurkan lalu dibuat jadi pasta. Olahan ini ditempatkan di kotak kedap udara dan kemanapun dibawa. Tapi ini biasanya untuk makanan keluarga," Chef Ragil bercerita.

    Walau populer dalam masakan Batak, ternyata andaliman punya harga jual tinggi.

    "Karena daerah penghasilnya yang sangat spesifik, jadi panennya tidak sebanyak yang diperlukan orang. Harganya sudah Rp 4,5 juta per kg. Ini harga lokal. Di daerah asalnya, harga andaliman juga mahal. Saat sedang susah kisarannya Rp 300.000-Rp 400.000 per kg. Kalau lagi gampang pun Rp 200.000," ungkapnya.

    ~DetikFood


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:53 pm