Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Menyesapi Filosofi Batik Nusantara

    Share

    jakarta

    522
    23.04.10

    Menyesapi Filosofi Batik Nusantara

    Post  jakarta on Mon Oct 31, 2016 2:13 pm


    Warna-warni batik menghiasi Desa Trusmi yang merupakan salah satu kampung batik di Cirebon. Kegiatan membatik telah menjadi napas warga kawasan ini. (Titania Febrianti/National Geographic Indonesia)

    Tanggal 2 Oktober 2009, Indonesia patut berbangga, karena pada tanggal inilah UNESCO menetapkan  batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Pemerintah Indonesia pun meneguhkan tanggal ini sebagai Hari Batik Nasional.

    Di balik hari batik, tahukah Anda bahwa terdapat makna yang amat mendalam pada karya batik yang tersebar di Nusantara? Berikut ragam batik yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia.

    Batik Yogyakarta

    Batik Yogyakarta memiliki beberapa motif khas, termasuk batik yang digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarga. Batik keraton memiliki tampilan warna dasar yang putih bersih. Pada motif batik ini, terdapat banyak doa dan harapan bagi penggunanya. Salah satunya adalah motif ceplok, grompol. Dengan ragam desain geometris berdasar pada pola bunga mawar atau bintang misalnya, batik ini melambangkan harapan baik bagi pengantin yang menggunakannya.

    Pada batik Yogyakarta, terdapat pula motif yang melambangkan kewibawaan, kekuasaan, serta\'\' kebesaran pemakainya. Motif ini dikenal dengan motif parang, keris, atau pedang.  Beberapa motif parang hanya digunakan oleh para raja dan keturunannya, dan digolongkan dalam jenis batik larangan.

    Batik Solo

    Solo menjadi salah satu daerah yang wajib disambangi jika ingin mendalami filosofi batik, terutama kawasan kampung batik Laweyan serta\'\' Kauman. Di sinilah kegiatan membatik menjadi bagian dari napas warganya. Di Keraton Surakarta, beberapa motif batik yang dianggap sakral dan hanya dipakai oleh raja dan keluarganya, yaitu motif jenis barong, parang, kawung, dan sawat.

    Ada banyak motif batik solo yang digunakan saat pernikahan, yang juga melambangkan banyak harapan. Beberapa di antaranya adalah batik Sidomukti yang dikenakan oleh mempelai. Motif ini melambangkan harapan akan kehidupan penuh rejeki serta\'\' kebahagiaan. Sedangkan motif batik bondhet dengan kerumitan polanya, dikenakan oleh pengantin perempuan pada saat malam pertama.

    Batik Pesisiran

    Di pesisir utara Jawa, beberapa daerah terkenal dengan batiknya. Sebagai daerah memiliki perbatasan dengan laut, para pedagang dari jauh datang dan membawa pengaruh bagi terciptanya batik pesisiran. Berikut adalah senarai kawasan yang wajib Anda kunjungi di pesisir Jawa, dengan sejuta keragaman batiknya.

    Batik Cirebon

    Konon, Ki Gede Trusmi adalah orang yang membawa batik ke daerah Cirebon. Hingga kini, Desa Trusmi menjadi sentra batik Cirebon. Inilah tempat orang jaman dahulu mengabdi pada kesultanan. Daerah ini amat identik dengan motif batik megamendung, dengan gambar serupa awan yang menjadi ciri khasnya.

    Berbeda dengan batik Yogyakarta dan Solo, batik Cirebon kerap menjadikan satwa sebagai unsur motif batik. Kereta kencana paksinaga liman, contohnya. Batik ini adalah simbol kekuatan kesultanan yang terdiri dari unsur garuda, ular, serta\'\' gajah. Ada pula batik singa barong serta\'\' singa payung yang dekat dengan gambaran kehidupan kesultanan. Uniknya, Cirebon juga memiliki batik kompeni dengan meriam, truk, serta\'\' bambu runcing sebagai bagian dari motifnya.

    Batik Pekalongan

    Masuk dalam kelompok batik pesisir, motif batik Pekalongan berbeda dengan batik daerah lainnya karena memiliki warna-warna yang mencolok. Salah satu motif yang dipercaya sebagai motif asli Pekalongan adalah motif jlamprang.

    Bertolak belakang dengan motif batik Cirebon, batik pekalongan yang satu ini tak memasukkan unsur manusia serta\'\' binatang di dalamnya. Ada pula yang berpendapat bahwa motif jlamprang diambil dari bunga teratai yang berkembang sejak agama Buddha dan Hindu berkembang di Jawa. Salah satu motif yang terkenal dalam batik Pekalongan adalah motif isen atau titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu.

    Batik Indramayu

    Sebagai daerah pesisir, batik Indramayu juga dipengaruhi oleh beragam budaya, yaitu budaya Cina, Islam, serta\'\' Hindu-Jawa. Akulturasi budaya Cina dan Islam terlihat dalam motif batik si juring, pintu raja, dan kembang kapas. Motif burung serta\'\' bunga seringkali mendominasi motif batik.

    Warna batik di daerah Indramayu juga dikaitkan dengan usia. Umumnya, batik berwarna cerah seperti merah muda dan biru dikenakan oleh kawula muda, biru dan merah untuk wanita paruh baya, dan orang tua menggunakan batik dengan paduan warna biru, cokelat, serta\'\' hijau. Kini, salah satu motif batik yang mendunia adalah batik complongan dengan motif lubang jarum yang unik.

    Batik Madura

    Warna biru, kuning, merah serta\'\' hijau adalah warna yang menjadi ciri khas batik Madura yang juga tergolong dalam batik pesisir. Contoh motifnya adalah sekarjagat, matahari, serta\'\' keong mas. Di daerah Sumenep, terdapat batik dengan satu warna seperti merah, dan terkenal dengan motif ayam.

    Terkait dengan seni batik, Madura adalah daerah yang unik. Selain memiliki motif batik pesisiran dengan warna-warni yang berani, di daerah pedalaman, batik Madura justru tampil dengan warna-warna nan kelam.


    Mari lestarikan dan kenakan batik karya anak negeri. Telusuri kisah-kisah beragam batik Nusantara nan unik di Indonesia Kaya.

    ~ Titania Febrianti- nationalgeographic


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:53 pm