Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Aku Sang Penakluk

    Share

    lovely

    3
    18.01.10

    Aku Sang Penakluk

    Post  lovely on Mon Jan 18, 2010 3:06 pm

    Aku tersenyum …. Hmmm ….perempuan penakluk, julukan apa itu. Siapa pula yang ditaklukkan ?

    Tapi aneh … aku suka julukan itu . Julukan itu membuat aku kuat dan aku percaya diri. Sombongkah aku ? … hmm.. sepertinya aku pantas untuk sombong. Dengan wajah secantik dan suara yang manja mendesah, semua orang akan menoleh untuk berhasrat tahu.

    Mengapa begitu menyenangkan jika seseorang takluk dihadapan ku. Aku bagai punya candu dan guna-guna sehingga seseorang itu akan selalu merindu .

    Aku cantik …

    Aku menarik …

    Aku menawan …

    Aku mempesona …

    Aku menggairahkan …

    Dan aku nakal …

    Aku suka ketika dia tergila-gila pada ku, dan aku bagai di siram air se dingin es ketika tahu bahwa seseorang telah takluk di jaring pesona ku yang ku tebar . Harumnya semerbak.

    Tak hanya cantik rupaku dan jiwaku tapi aku juga pandai, ya tak seperti biasanya yang kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran. Yaitu semakin cantik seorang perempuan maka semakin bodoh lah dia . Tidak .. aku tidak seperti itu dan aku mengerti sekali. Aku berbanding lurus dengan kepintaran. Aku sadar itu. Aku tak boleh bodoh. Kupelajari cara berbicara, bersikap, menyentuh dan merasa. Aku teman dan sahabat yang hangat serta menyenangkan.

    Aku berkata disaat aku harus berkata, dan aku akan menjadi pendengar yang sangat baik ketika seseorang membutuhkan bahuku. Aku belajar dan terus belajar .

    Misterius adalah bagian bagian dari karakterku, aku akan selalu punya sesuatu yang harus buat seseorang menjadi ingin tahu. Aku tidak ingin menjadi seperti perempuan kebanyakkan. Aku manja di saat aku ingin di manja, tapi aku akan mandiri seperti batu karang yang tegar ketika badai panjang menyerang. Semua kunikmati dengan sangat, hantaman badai, belaian ombak , sapuan angin, gelitik daun pohon. Semua bagai pilinan jalinan rambut kehidupanku yang liat.

    Tapi aku perempuan …. Aku rapuh, aku butuh genggaman seorang lelaki. Aku butuh hangatnya pelukan, lembutnya sebuah pagutan, mesranya bisikan. Tapi bukankah aku perempuan penakluk ?

    Aku bias dengan cinta, ketika rasa cinta itu mulai datang, aku merasa bahwa aku harus pergi. Tapi aku ingin dia tetap ada disini untuk ku. Memberi kehangatan dan debar di jantungku. Memberi sinar mentari di bangun tidurku. Memberi pesona ke indahan di setiap tatapan . Aku ingin di cinta.

    Disini …. Di tengah sepi, aku merasa tak ingin lagi jadi penakluk. Dia tak butuh di taklukkan. Dia tak butuh canduku, apalagi guna-gunaku - itu pun jika aku punya - . Semua itu hilang sempurna kala dia berdiri di hadapanku.

    Tolong aku … mana jampiku? . Aku terlihat bodoh, lidahku kelu tak tahu harus berkata apa. Semakin ku berkata , semakin kata usang yang terdengar.

    Aku marah …

    Perempuan penakluk kehilangan pesona. Dayanya sudah melebihi apa yang ku butuhkan. Tapi dia hanya diam. Tak ada rasa, dia hanya tersenyum seolah mengejek, menyeriangi, mencemooh, lebih kepada kasihan.

    ”Mana pesonamu ???!!, perempuan penakluk ?? “, suaranya seperti terdengar demikian meski hanya kulihat dia diam menatap wajahku tajam.

    “Kehilangan daya pikatmu hah …, karena kau tak lagi percaya cinta ? “

    Aku tersedak. Cinta … cinta … bagiku adalah ketika seseorang berkata rindu padaku. Sudah lama aku tak bersahabat dengan cinta. Cinta bagiku hanya ritual pertama unt;uk pertama bersentuh, pertama bergenggam, pertama mencium, pertama memeluk, pertama membelai, dan akhirnya pertama mendesah.

    Itu cinta … , tak ada yang lebih dari itu , karena aku adalah perempuan penakluk.

    Tapi kali ini cinta menjadi murka kepadaku karena ku hilangkan keagungannya, ku tepis indahnya, ku lelang maknanya .

    Kini dihadapannya, aku terpendar, ku lepas topeng-topeng yang kupunya, ku telanjangkan jiwa menerima rasa. Ku kikis resah yang terpendam. Jauh … jauh di sudut hati mulai ku raih cahaya cinta, hangatnya sampai ke deburan jantung, memompa darah, membuat semburat jingga. Indah …

    Lelakiku, ini perempuanmu, taklukkan lah aku …

      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 10:33 pm