Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Bukan Seharusnya

    Share

    lovely

    3
    18.01.10

    Bukan Seharusnya

    Post  lovely on Mon Jan 18, 2010 3:16 pm

    Aku masih terlelap di pelukan hangat dan tak ingin ku bangun kembali. Aku tak ingin lelap indah ini hilang. Aku tak ingin bau yang selalu ingin ku ciumi ini lenyap. Begitu banyak keindahan juga tangisan yang tak ingin ku lepas.

    Tapi aku terbangun, kulihat wajah yang setiap saat kurindukan, tidur dengan nafas teratur satu-satu, kulihat hidung bangirnya , rambut yang sedikit keriting ikal, tubuh hangat coklatnya , bibirnya yang sering membuat aku terbungkam pasrah ketika pagutan-pagutan liarnya tak bisa kuhindari. Tapi dari bibir itu sering juga terucap kata rindu dan cinta yang mengalir bagai air sungai yang membuat aku selalu masuk dalam lautan asmara dan kekuatan cinta yang terasa abadi .

    Kulihat dadanya yang bidang, dadanya tempat aku menumpahkan airmata , tempat aku bersadar penuh mesra dan tempat labuhan terakhir kala aku merindukan bau tubuhnya.

    Aku berkaca-kaca mengingat semua harus kutinggalkan, harus kutinggalkan semua relung, semua kata, semua pintu , semua kasat, semua rekat, semua atas nama apapun harus kutinggalkan. Belum lagi kata perpisahan itu ada , belum lagi terucap, belum lagi lambaian tangan terlihat, tapi rindu itu sudah membebat. Aku harus pergi …

    Ku paksakan diriku lepas dari pelukannya, tapi entah mengapa tangan nya lebih gesit meraihku untuk tetap tidur dipeluknya. “Jangan pergi dulu aku masih ingin memeluk pelangi hatiku ‘ ucapnya tiba-tiba. Aku tersenyum dan menyusupkan kembali kepalaku kebidang dadanya.


    “Kau tahu aku harus pergi …” ucapku lirih menahan tangis. Kali ini kutatap mata yang tertutup itu . Melihat barisan alis yang indah , anak rambut yang jatuh dikeningnya , ingin rasanya ku sentuh . Matanya terbuka sekarang, membuat kehangatan didadaku semakin kental. Mata itu selalu bercahaya, selalu membuat aku betah berlama-lama menatapnya , walau kadang matanya jenaka membuatku ingin terpingkal-pingkal .

    “Ini mungkin jalan yang harus ada, I have to go … I must go . This is not only for me, this is for you hon ..” ucapku langsung ke bola matanya.

    “Please don’t say that, I always need you Lie… always , even though I also can’t leave her …”

    “J… kau tahu aku tak akan pernah berhenti mencintaimu, but she needs you more than I do … ”

    “Don’t lie to me Lie… , aku tahu kau rapuh , tapi batas itu terlalu jelas , walau kita sudah melewatinya, tapi dia punya hak atas aku. I know you are angry with this. But I can’t do nothing. Aku tak ingin kau pergi Lie .. , please … ini sama beratnya dengan aku yang ingin kau memilih. I love you Lie”

    Kilatan mataku tergambar jelas , jelas sekali, keputusan itu semakin bulat sekarang, aku harus pergi, walau aku tahu aku akan tergilas amarah , terlempar oleh cinta dan pasti akan tertindas oleh gulungan rindu ciptakan laki-laki ini. Tapi aku tahu ada laki-laki kecil yang sedang tumbuh dan berkembang didalam rahim tubuhku. Anakku , anak J. Dan J tak perlu tahu ini. Aku akan bawa anak ini terbang bersamaku. Dia akan jadi pengganti mu J .. ” bathinku berbisik.

    I know …. ” jawabku, “Love you too J.

    Teringat sms beberapa hari yang lalu dari seseorang yang tidak kukenal tetapi hampir pasti mengenalku dan hanya mengirim 2 kata. “Aku tahu”. Dan aku tahu itu siapa. Ini yang membuat keputusan ku bulat. Kemaren Senior Manager kantor tempatku bekerja memanggilku dan memastikan bahwa keinginan ku untuk bisa bekerja di kantor pusat di LA , Amerika diterima. This is it , this is the time. I will leave him , my beloved love.
    ————————————
    “Lie….. , you know I can’t go there. Please hold for few days.. ”

    “J … dengan atau tanpa mu aku akan pergi. Jangan tinggalkan Santi, Aku hanya cinta terlarangmu “, isakku tertahan .

    Aku tahu dia pun hancur, dia pun tak bisa melepas separuh putaran waktu nya bersamaku. Entah jendela mana yang nantinya akan bisa mempertemukan kami, karena semua pintu telah tertutup buat percintaan orang macam aku dan dia.

    “Jangan pergi Lie.. please … aku mohon …..” . J membelai rambutku , mencium keningku, mataku, pipiku dan terakhir bibirku, lama disana sampai akhirnya kami melepaskan kerinduan yang tak akan pernah hilang, sampai kami melakukannya dalam diam dan airmata. Tapi ini terasa indah dan indah dan indah. Aku melihat airmatanya di dalam airmatanya, aku melihat genangan itu seperti tumpah . Kami berpelukan erat sekali .
    ————————————-
    “J … jangan pernah lupakan aku, aku akan jaga anakmu selalu ……,Ilu**”

    **Ilu = I love you

      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 5:26 am